LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Kamis, 11 Juni 2026 - 19:38 WIB
loading...
Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026 di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) menekankan pentingnya merancang ekosistem organisasi yang mampu memaksimalkan potensi manusia di tengah akselerasi transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). Langkah strategis melalui konsep rekayasa kinerja manusia (engineering human performance) ini dinilai menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Keunggulan tidak hanya berasal dari kepemilikan sumber daya manusia yang unik, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam mempertahankan dan mengelola pengetahuan. Manusia bisa berubah dan berpindah, tetapi bagaimana pengetahuan tetap berada di dalam perusahaan akan menjadi pembeda utama dibandingkan organisasi lain," ujar Managing Director LM FEB UI, Yasmine Nasution, dalam ajang Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026 di Jakarta.
Baca Juga: AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Yasmine menjelaskan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun melalui tiga pendekatan utama, yakni pandangan berbasis pasar (market-based view), berbasis sumber daya (resource-based view), dan berbasis pengetahuan (knowledge-based view). Melalui konsep rekayasa kinerja ini, produktivitas tidak lagi dimaknai secara mekanistis pada individu saja, melainkan mencakup perbaikan budaya kerja, kualitas kepemimpinan, hingga efektivitas sistem operasional.
Pandangan senada disampaikan oleh anggota dewan juri Indonesia HR Excellence 2026, Priyantono Rudito, yang menyatakan bahwa implementasi strategi AI di dalam perusahaan harus tetap berpusat pada manusia (human-centric AI). Menurutnya, keberhasilan adopsi teknologi tidak diukur dari seberapa jauh otomatisasi menggantikan peran pekerja, melainkan dari kemampuannya mengamplifikasi kemampuan manusia serta mendistribusikan pengetahuan ke seluruh lini organisasi.
Tantangan transformasi digital ini juga direspons oleh sektor perbankan, salah satunya Bank Mandiri, yang kini mengalihkan fokus pengelolaan SDM untuk membangun kapabilitas organisasi jangka panjang. Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri, Handi Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan investasi besar dalam memperbarui model kompetensi untuk memetakan keterampilan masa depan agar seluruh insan perusahaan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Komitmen perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam meningkatkan standar pengelolaan SDM tersebut tecermin dalam ajang tahunan ke-17 Indonesia HR Excellence 2026 yang diikuti oleh 40 perusahaan. Penilaian pada tahun ini menitikberatkan pada lima kategori utama, yakni Employer Branding and Talent Acquisition, Learning & Development and Knowledge Management, HR Digitization & People Analytics, Wellbeing Management, serta Reward Management & Talent Retention.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Sejumlah perusahaan besar berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi dalam ajang ini atas keberhasilan mereka mengelola talenta. Untuk kategori Employer Branding and Talent Acquisition, penghargaan diraih oleh BCA, Bank Mandiri, Amartha, Great Giant Foods, dan Huawei Tech Investment, sementara kategori Learning & Development diraih oleh TechConnect, Semen Indonesia, Asian Bulk Logistics, DSN Group, dan Garuda Food.
Selain itu, HSBC dan Triputra Agro Persada sukses memenangi kategori HR Digitization & People Analytics. Adapun penghargaan untuk kategori Wellbeing Management disabet oleh Kapal Api Group dan Perkebunan Nusantara III, serta kategori Reward Management & Talent Retention yang berhasil diraih oleh PAM JAYA dan Jakarta Industrial Estate Pulogadung berkat efektivitas strategi retensi talenta mereka.
"Keunggulan tidak hanya berasal dari kepemilikan sumber daya manusia yang unik, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam mempertahankan dan mengelola pengetahuan. Manusia bisa berubah dan berpindah, tetapi bagaimana pengetahuan tetap berada di dalam perusahaan akan menjadi pembeda utama dibandingkan organisasi lain," ujar Managing Director LM FEB UI, Yasmine Nasution, dalam ajang Indonesia HR Excellence Conference & Awarding 2026 di Jakarta.
Baca Juga: AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Yasmine menjelaskan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun melalui tiga pendekatan utama, yakni pandangan berbasis pasar (market-based view), berbasis sumber daya (resource-based view), dan berbasis pengetahuan (knowledge-based view). Melalui konsep rekayasa kinerja ini, produktivitas tidak lagi dimaknai secara mekanistis pada individu saja, melainkan mencakup perbaikan budaya kerja, kualitas kepemimpinan, hingga efektivitas sistem operasional.
Pandangan senada disampaikan oleh anggota dewan juri Indonesia HR Excellence 2026, Priyantono Rudito, yang menyatakan bahwa implementasi strategi AI di dalam perusahaan harus tetap berpusat pada manusia (human-centric AI). Menurutnya, keberhasilan adopsi teknologi tidak diukur dari seberapa jauh otomatisasi menggantikan peran pekerja, melainkan dari kemampuannya mengamplifikasi kemampuan manusia serta mendistribusikan pengetahuan ke seluruh lini organisasi.
Tantangan transformasi digital ini juga direspons oleh sektor perbankan, salah satunya Bank Mandiri, yang kini mengalihkan fokus pengelolaan SDM untuk membangun kapabilitas organisasi jangka panjang. Senior Vice President HC Strategy & Talent Management Bank Mandiri, Handi Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan investasi besar dalam memperbarui model kompetensi untuk memetakan keterampilan masa depan agar seluruh insan perusahaan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Komitmen perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam meningkatkan standar pengelolaan SDM tersebut tecermin dalam ajang tahunan ke-17 Indonesia HR Excellence 2026 yang diikuti oleh 40 perusahaan. Penilaian pada tahun ini menitikberatkan pada lima kategori utama, yakni Employer Branding and Talent Acquisition, Learning & Development and Knowledge Management, HR Digitization & People Analytics, Wellbeing Management, serta Reward Management & Talent Retention.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Sejumlah perusahaan besar berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi dalam ajang ini atas keberhasilan mereka mengelola talenta. Untuk kategori Employer Branding and Talent Acquisition, penghargaan diraih oleh BCA, Bank Mandiri, Amartha, Great Giant Foods, dan Huawei Tech Investment, sementara kategori Learning & Development diraih oleh TechConnect, Semen Indonesia, Asian Bulk Logistics, DSN Group, dan Garuda Food.
Selain itu, HSBC dan Triputra Agro Persada sukses memenangi kategori HR Digitization & People Analytics. Adapun penghargaan untuk kategori Wellbeing Management disabet oleh Kapal Api Group dan Perkebunan Nusantara III, serta kategori Reward Management & Talent Retention yang berhasil diraih oleh PAM JAYA dan Jakarta Industrial Estate Pulogadung berkat efektivitas strategi retensi talenta mereka.
(nng)
Lihat Juga :