Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Jum'at, 12 Juni 2026 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai langkah konkret, BPOM memberikan relaksasi regulasi terkait perpindahan sumber bahan baku obat dari satu negara ke negara lain. Kebijakan itu memungkinkan industri memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif tanpa harus melalui proses perizinan yang panjang dan biaya pengujian yang tinggi, selama standar mutu, keamanan, dan khasiat tetap terpenuhi.
Selain itu, BPOM juga memberikan kemudahan bagi industri farmasi untuk melakukan penyesuaian kemasan produk sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya produksi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menekan beban operasional tanpa mengurangi kualitas produk yang diterima masyarakat.
Taruna mengatakan pihaknya telah mengundang dan berdialog langsung dengan pelaku industri farmasi nasional guna menyerap berbagai masukan terkait dampak pelemahan rupiah terhadap kegiatan usaha. Menurut dia, pendekatan kolaboratif diperlukan agar industri tetap mampu menjaga pasokan obat sekaligus menghindari kenaikan harga yang membebani masyarakat.
"Industri farmasi harus tetap sehat karena mereka menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat. Namun masyarakat juga harus tetap mendapatkan obat dengan harga yang terjangkau. Di sinilah negara harus hadir mencari titik keseimbangan," ujarnya.
Baca Juga: Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Selain itu, BPOM juga memberikan kemudahan bagi industri farmasi untuk melakukan penyesuaian kemasan produk sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya produksi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menekan beban operasional tanpa mengurangi kualitas produk yang diterima masyarakat.
Taruna mengatakan pihaknya telah mengundang dan berdialog langsung dengan pelaku industri farmasi nasional guna menyerap berbagai masukan terkait dampak pelemahan rupiah terhadap kegiatan usaha. Menurut dia, pendekatan kolaboratif diperlukan agar industri tetap mampu menjaga pasokan obat sekaligus menghindari kenaikan harga yang membebani masyarakat.
"Industri farmasi harus tetap sehat karena mereka menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat. Namun masyarakat juga harus tetap mendapatkan obat dengan harga yang terjangkau. Di sinilah negara harus hadir mencari titik keseimbangan," ujarnya.
Baca Juga: Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Lihat Juga :