Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Jum'at, 12 Juni 2026 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
"Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penciptaan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” kata Johan, yang juga Ketua Dewan Pakar Apdesi Merah Putih.
Baca Juga: Bagaimana Teknologi Blockchain Bisa Mencegah Penyalahgunaan Dana CSR
Menurut Johan, pengembangan koperasi berbasis desa akan diarahkan untuk mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional. Program tersebut mencakup penyediaan sarana peternakan, penguatan rantai distribusi hasil produksi, hingga peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat desa.
JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif, mulai dari penyediaan sarana peternakan hingga penguatan rantai distribusi hasil produksi. "Harapannya, program ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Johan menambahkan, JAM Coin dibangun dengan visi jangka panjang sebagai jembatan antara ekonomi digital dan ekonomi riil. “Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat."
"JAM Coin hadir sebagai bagian dari transformasi tersebut dengan menghadirkan teknologi yang dekat dengan kebutuhan rakyat serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Johan, yang juga Ketua Harian Perbakin Provinsi Banten.
Peluncuran JAM Coin diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain dan aset digital di Indonesia melalui pendekatan yang lebih inklusif, produktif, serta terintegrasi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Bagaimana Teknologi Blockchain Bisa Mencegah Penyalahgunaan Dana CSR
Menurut Johan, pengembangan koperasi berbasis desa akan diarahkan untuk mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional. Program tersebut mencakup penyediaan sarana peternakan, penguatan rantai distribusi hasil produksi, hingga peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat desa.
JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif, mulai dari penyediaan sarana peternakan hingga penguatan rantai distribusi hasil produksi. "Harapannya, program ini dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Johan menambahkan, JAM Coin dibangun dengan visi jangka panjang sebagai jembatan antara ekonomi digital dan ekonomi riil. “Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat."
"JAM Coin hadir sebagai bagian dari transformasi tersebut dengan menghadirkan teknologi yang dekat dengan kebutuhan rakyat serta mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Johan, yang juga Ketua Harian Perbakin Provinsi Banten.
Peluncuran JAM Coin diharapkan dapat mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain dan aset digital di Indonesia melalui pendekatan yang lebih inklusif, produktif, serta terintegrasi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.
(akr)
Lihat Juga :