Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Senin, 15 Juni 2026 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pasar juga mencermati potensi efisiensi Anggraran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah putih sebesar 50%.
Dengan kondisi global yang kembali stabil, masyarakat berbondong-bondong menjual valuta asingnya sesuai dengan instruksi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar Amerika Serikat agar segera menjual atau menukarkannya menjadi Rupiah.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah di kisaran Rp18.200 per dolar AS. Langkah tersebut tepat dilakukan karena pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk menguatkan rupiah.
Fokus beralih ke pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, BI telah mengambil langkah pengetatan lanjutan pada 9 Juni 2026 dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, menjadikan total kenaikan sejak Mei mencapai 75 bps. Langkah pre-emptive ini dioptimalkan untuk melindungi nilai tukar rupiah dari gejolak global dan menahan keluarnya arus modal asing (capital outflow).
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.650-Rp18.700 per dolar AS.
Dengan kondisi global yang kembali stabil, masyarakat berbondong-bondong menjual valuta asingnya sesuai dengan instruksi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar Amerika Serikat agar segera menjual atau menukarkannya menjadi Rupiah.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah di kisaran Rp18.200 per dolar AS. Langkah tersebut tepat dilakukan karena pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk menguatkan rupiah.
Fokus beralih ke pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, BI telah mengambil langkah pengetatan lanjutan pada 9 Juni 2026 dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, menjadikan total kenaikan sejak Mei mencapai 75 bps. Langkah pre-emptive ini dioptimalkan untuk melindungi nilai tukar rupiah dari gejolak global dan menahan keluarnya arus modal asing (capital outflow).
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.650-Rp18.700 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :