Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Sementara, Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna mengatakan industri telah mempersiapkan diri untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, mulai dari ketersediaan unit hingga jaringan distribusi. Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian regulasi dan arah kebijakan jangka panjang yang mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Industri dan konsumen telah menunjukkan kesiapan yang sama. Kini saatnya pemerintah mengambil peran kepemimpinan, tidak hanya untuk momen ini, tetapi untuk membangun ekosistem kebijakan yang memberi industri kepastian jangka panjang. Kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan adalah fondasi yang memungkinkan investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan manfaat nyata dirasakan masyarakat melalui penghematan biaya transportasi dan peningkatan daya beli," ujar Hanggoro.
Dia menambahkan percepatan transisi kendaraan listrik membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, dan konsumen. Dengan dukungan regulasi yang jelas, investasi yang berkelanjutan, serta tingginya minat masyarakat. "Indonesia dinilai memiliki peluang besar membangun industri kendaraan listrik yang kompetitif sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM secara permanen," ujarnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna mengatakan industri telah mempersiapkan diri untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik, mulai dari ketersediaan unit hingga jaringan distribusi. Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian regulasi dan arah kebijakan jangka panjang yang mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Industri dan konsumen telah menunjukkan kesiapan yang sama. Kini saatnya pemerintah mengambil peran kepemimpinan, tidak hanya untuk momen ini, tetapi untuk membangun ekosistem kebijakan yang memberi industri kepastian jangka panjang. Kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan adalah fondasi yang memungkinkan investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan manfaat nyata dirasakan masyarakat melalui penghematan biaya transportasi dan peningkatan daya beli," ujar Hanggoro.
Dia menambahkan percepatan transisi kendaraan listrik membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, dan konsumen. Dengan dukungan regulasi yang jelas, investasi yang berkelanjutan, serta tingginya minat masyarakat. "Indonesia dinilai memiliki peluang besar membangun industri kendaraan listrik yang kompetitif sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM secara permanen," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :