Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:52 WIB
loading...
Lanjutkan Dedolarisasi,...
BI mencatat lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan pada pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT) atau penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dan China. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan pada pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT) atau penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dan China. Hanya dalam kurun waktu empat bulan pertama atau hingga akhir April 2026, nilai transaksi bilateral menggunakan rupiah dan renminbi (yuan) telah menembus angka USD13 miliar atau setara Rp229,6 triliun (dengan kurs Rp17.668 per USD).

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan akselerasi yang sangat pesat. Sebagai perbandingan, realisasi penggunaan mata uang lokal sepanjang tahun lalu secara keseluruhan berada di angka USD18 miliar.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan, bahwa local currency transaction antara Indonesia dengan Tiongkok sangat besar. Tahun lalu secara keseluruhan USD18 miliar, tahun ini 4 bulan saja telah mencapai USD13 miliar,” papar Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: RI Gencar Dedolarisasi Sejak 2025, Transaksi Mata Uang Lokal Naik 2 Kali Lipat ke Rp434,8 Triliun

Menurut Perry, implementasi mata uang lokal dalam aktivitas perdagangan serta investasi ini memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha di kedua negara, khususnya dalam memangkas ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau dedolarisasi . Strategi diversifikasi transaksi internasional ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari benteng stabilitas moneter domestik.

Melalui skema LCT, segala bentuk transaksi komersial kini dapat diselesaikan langsung tanpa perlu melalui dolar AS sebagai mata uang perantara (vehicle currency). “Dan ini sejalan dengan garis kebijakan Tiongkok untuk internasionalisasi renminbi. Local currency transaction,” imbuh Perry.



Demi menyokong pertumbuhan ini, BI juga gencar memperluas interkoneksi sistem pembayaran lintas negara guna memfasilitasi penyelesaian transaksi secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Selain dengan China, jalinan kemitraan serupa juga terus dikembangkan bersama Jepang, Korea Selatan, serta sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Bank sentral menegaskan, bahwa keandalan infrastruktur sistem pembayaran merupakan jangkar utama dalam menyokong lalu lintas keuangan antarnegara. Oleh karena itu, perluasan konektivitas ini digarap serius, mulai dari implementasi QRIS untuk transaksi ritel hingga optimalisasi sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) untuk pemindahan dana bernilai besar.

Baca Juga: Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS

Perry memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama tiga perbankan asal China yang kini telah terhubung langsung dengan sistem pembayaran wholesale China melalui jaringan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).

“Jadi kerjasama sistem pembayaran menjadi sangat-sangat penting dan ini salah satu kemajuan bahwa penyelesaian transaksi antara Indonesia dengan Tiongkok tidak hanya sudah local currency, tapi juga penyelesaiannya melalui infrastruktur sistem pembayaran yang end-to-end dari depan sampai ke belakang,” jelasnya.

Lebih lanjut, tren positif penggunaan LCT ini dinilai membawa dampak turunan yang positif bagi agenda pendalaman pasar uang serta pasar valuta asing (valas) di dalam negeri.

Saat ini likuiditas transaksi langsung rupiah-renminbi di pasar domestik sudah sangat berkembang, baik untuk kebutuhan transaksi tunai (cash), transaksi spot, maupun penempatan pada instrumen lindung nilai (hedging) seperti forward dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Seluruh lini transaksi tersebut dapat diakses masyarakat lewat jaringan bank domestik maupun lembaga keuangan yang telah ditunjuk resmi oleh Bank Sentral China (Appointed Cross Currency Dealer/ACCD). Menariknya, konektivitas pasar rupiah-renminbi saat ini telah terhubung langsung secara terintegrasi dengan daratan China hingga Hong Kong.

“Jadi transaksi rupiah, transaksi ekonomi, perdagangan dan didukung oleh kerjasama lokal currency dimanfaat di dalam negeri rupiah, Tiongkok dan melalui instrumen dan kerjasama lokal currency,” pungkas Perry.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved