Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:18 WIB
loading...
Selat Hormuz Kembali...
Kilang minyak di India dan Asia Timur belum terburu-buru meningkatkan pembelian minyak mentah dari Timur Tengah. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Kilang minyak di India dan Asia Timur belum terburu-buru meningkatkan pembelian minyak mentah dari Timur Tengah meski Selat Hormuz mulai dibuka kembali setelah tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap hati-hati itu muncul ketika produsen minyak Teluk berupaya melepas jutaan barel minyak yang sempat tertahan akibat konflik kawasan.

"Pasokan minyak dari Teluk Persia diperkirakan kembali normal pada akhir Juli 2026, namun pemulihan penuh arus distribusi masih membutuhkan waktu," demikian laporan analis Goldman Sachs seperti dikutip Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon

Data Signal Group yang dikutip Bloomberg menunjukkan sekitar 31 kapal supertanker dengan kapasitas sekitar 62 juta barel minyak masih berada di Teluk Persia dan bersiap berlayar setelah Selat Hormuz sepenuhnya dibuka. Sementara analis Kpler Muyu Xu memperkirakan pembukaan jalur pelayaran itu dapat melepaskan hingga 93 juta barel minyak non-Iran yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk.

Meski pasokan diperkirakan melonjak, kilang-kilang di Asia telah lebih dulu mengamankan kontrak pengiriman minyak untuk periode Juni hingga Agustus dari Amerika Latin, Afrika, dan Amerika Serikat. Sejumlah perusahaan penyulingan di China bahkan mengurangi tingkat pengolahan akibat tingginya harga bahan bakar dan melemahnya permintaan domestik.



Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dilaporkan telah menjual sedikitnya 30 juta barel minyak spot kepada pembeli Asia sepanjang Juni, termasuk enam juta barel kepada Indian Oil Corporation dan Bharat Petroleum. Namun, perusahaan penyulingan milik negara di India belum menunjukkan rencana meningkatkan pembelian minyak Teluk secara signifikan.

Data Reuters mencatatkan impor minyak mentah India pada April mencapai 4,57 juta barel per hari atau turun 15,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Penurunan itu terjadi seiring langkah diversifikasi pasokan minyak dari Venezuela, Brasil, Angola, dan Nigeria.

Baca Juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada

Kementerian Perminyakan India melaporkan tagihan impor energi negara itu pada Mei mencapai sekitar USD18,7 miliar atau melonjak hampir 82% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu mahalnya harga minyak non-Teluk, premi asuransi risiko perang, serta tarif kapal tanker yang masih tinggi akibat terbatasnya armada pengangkut.

Di Asia Timur, perusahaan penyulingan Korea Selatan justru meningkatkan ekspor bahan bakar untuk mengantisipasi penurunan harga ketika pasokan minyak Teluk mulai membanjiri pasar. Sementara itu, analis Kpler memperkirakan proses penguraian antrean kapal di Selat Hormuz dapat memakan waktu hingga 30 hari sebelum arus distribusi kembali normal sepenuhnya
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Rekomendasi
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Berita Terkini
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Infografis
Iran Kembali Sita Kapal...
Iran Kembali Sita Kapal Tanker Minyak, Kali Ini di Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved