PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan tersebut, Amran memperkenalkan konsep Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mengintegrasikan berbagai inovasi dan praktik terbaik pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran turut mengapresiasi penyelenggaraan PENAS XVII 2026 yang menghadirkan ruang pembelajaran, transfer teknologi, dan kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta penyedia teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Melalui pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pameran sektor industri dan perdagangan sejak 1996, FERACO memandang PENAS XVII 2026 sebagai momentum strategis untuk mempercepat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), HM Yadi Sofyan, mengatakan bahwa PENAS XVII 2026 hadir pada momentum yang tepat ketika Indonesia tengah mempercepat agenda swasembada pangan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia.
Menurutnya, kemajuan sektor pangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat melalui peningkatan mekanisasi pertanian, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan varietas unggul, hilirisasi produk pangan, hingga tumbuhnya startup agritech yang mendukung efisiensi produksi dan distribusi.
"Untuk menjadi lumbung pangan dunia, yang dibutuhkan bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara teknologi, investasi, industri, dan pelaku usaha di lapangan. Kami berharap PENAS XVII tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga melahirkan transaksi bisnis yang nyata dan tercipta banyak kerja sama baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pangan nasional," ujar HM Yadi Sofyan.
Project Manager FERACO, Ferry, mengatakan bahwa PENAS XVII 2026 hadir pada momentum yang tepat ketika Indonesia tengah mempercepat agenda swasembada pangan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia.
"PENAS XVII bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang bertemunya inovasi, investasi, dan pelaku usaha dari berbagai daerah. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan kemitraan baru, memperluas akses teknologi, serta mendorong pertumbuhan sektor agribisnis yang lebih modern dan berdaya saing," ujar Ferry.
Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Menuju 5 Juta Ton, Mentan Amran: Aman 11 Bulan ke Depan
KTNA dan FERACO menargetkan pameran ini dikunjungi lebih dari 30.000 pengunjung serta menghasilkan berbagai peluang kemitraan dan transaksi bisnis yang dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Amran turut mengapresiasi penyelenggaraan PENAS XVII 2026 yang menghadirkan ruang pembelajaran, transfer teknologi, dan kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta penyedia teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Melalui pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pameran sektor industri dan perdagangan sejak 1996, FERACO memandang PENAS XVII 2026 sebagai momentum strategis untuk mempercepat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), HM Yadi Sofyan, mengatakan bahwa PENAS XVII 2026 hadir pada momentum yang tepat ketika Indonesia tengah mempercepat agenda swasembada pangan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia.
Menurutnya, kemajuan sektor pangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat melalui peningkatan mekanisasi pertanian, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan varietas unggul, hilirisasi produk pangan, hingga tumbuhnya startup agritech yang mendukung efisiensi produksi dan distribusi.
"Untuk menjadi lumbung pangan dunia, yang dibutuhkan bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara teknologi, investasi, industri, dan pelaku usaha di lapangan. Kami berharap PENAS XVII tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga melahirkan transaksi bisnis yang nyata dan tercipta banyak kerja sama baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pangan nasional," ujar HM Yadi Sofyan.
Project Manager FERACO, Ferry, mengatakan bahwa PENAS XVII 2026 hadir pada momentum yang tepat ketika Indonesia tengah mempercepat agenda swasembada pangan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi pangan dunia.
"PENAS XVII bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang bertemunya inovasi, investasi, dan pelaku usaha dari berbagai daerah. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan kemitraan baru, memperluas akses teknologi, serta mendorong pertumbuhan sektor agribisnis yang lebih modern dan berdaya saing," ujar Ferry.
Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah Menuju 5 Juta Ton, Mentan Amran: Aman 11 Bulan ke Depan
KTNA dan FERACO menargetkan pameran ini dikunjungi lebih dari 30.000 pengunjung serta menghasilkan berbagai peluang kemitraan dan transaksi bisnis yang dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Lihat Juga :