BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:04 WIB
loading...
BI Rate Diprediksi Naik...
Bank DBS Indonesia memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berpotensi naik hingga mencapai 6%. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - ank DBS Indonesia memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berpotensi naik hingga mencapai 6% pada akhir 2026 seiring upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Kebijakan suku bunga tinggi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap sektor keuangan dan daya beli masyarakat.

"Dampaknya bunga pinjaman otomatis akan terbawa untuk naik, yang dampaknya akan membawa risiko ke bank-bank juga secara umum," ujar Head of Investment and Insurance Product Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo seperti dikutip, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak

Berdasarkan riset internal DBS Indonesia, BI Rate diperkirakan naik ke level 5,75% pada kuartal II 2026, sebelum bertahan di posisi 6% pada kuartal III dan IV 2026.

Djoko mengatakan arah kebijakan tersebut sejalan dengan fokus pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah potensi penguatan dolar AS serta kecenderungan bank sentral AS yang diperkirakan masih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.



Namun, menurut dia, penetapan suku bunga yang terlalu tinggi berisiko menekan daya beli masyarakat dan memperlambat aktivitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan tekanan terhadap sektor perbankan, khususnya kredit ritel.

Karena itu, DBS berharap Bank Indonesia terus melakukan evaluasi berkala terhadap arah suku bunga acuan agar keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Baca Juga: Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848

Sementara itu, Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan pihaknya akan memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit di tengah tren kenaikan BI Rate. DBS Indonesia, kata dia, secara rutin melakukan evaluasi terhadap kesehatan portofolio kredit dan uji ketahanan untuk menjaga kualitas pembiayaan.

"Karena kami juga harus hati-hati dengan tingkat NPL (non-performing loan) kami," ujar Melfrida.

Sebelumnya, Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur Juni 2026 menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility dinaikkan menjadi 4,75% dan lending facility menjadi 6,5% sebagai langkah memperkuat stabilisasi rupiah dan menjaga inflasi tetap terkendali.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved