Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selasa, 23 Juni 2026 - 21:54 WIB
loading...
Leontinus Alpha Edison, Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) akan menggelar Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo 2026 pada 24–26 Juni 2026 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menyiapkan talenta Indonesia, calon pekerja migran, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), dan mahasiswa agar siap bersaing di pasar kerja global melalui jalur resmi dan aman.
“Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga: Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Program Perintis Berdaya Connect
Menurut Leontinus, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara membuka peluang besar bagi pekerja Indonesia, terutama di negara dengan fenomena penuaan populasi seperti Jepang dan Jerman.
Peluang kerja tersebut mencakup sektor manufaktur, perawatan lansia, perhotelan, hingga pertanian. Namun, ia menilai sebagian peluang belum terserap optimal karena masih adanya praktik penempatan pekerja migran non-prosedural dan ilegal.
Karena itu, pemerintah mendorong edukasi mengenai migrasi aman sekaligus memperkuat keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti workshop bersama narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan penempatan, International Organization for Migration (IOM) Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Kemenko PM Libatkan Pelaku Ekonomi Kreatif Susun Program Berdaya Berusaha
Selain itu, tersedia kelas percobaan bahasa Jepang, Korea, dan Jerman, serta sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, dan pusat uji kompetensi.
Kegiatan tersebut juga mendukung program “SMK Go Global” dalam mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi agar mampu memasuki pasar kerja internasional.
Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu kantong pekerja migran strategis di Jawa Tengah. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia asal Jawa Tengah mencapai 1,22 juta orang, dengan sekitar 46.751 orang berasal dari Kabupaten Kebumen.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pemerintah daerah menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai dapat mendekatkan akses peluang kerja dan pelindungan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan mereka berangkat dengan aman, terampil, dan terlindungi,” ujar Lilis.
“Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga: Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Program Perintis Berdaya Connect
Menurut Leontinus, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara membuka peluang besar bagi pekerja Indonesia, terutama di negara dengan fenomena penuaan populasi seperti Jepang dan Jerman.
Peluang kerja tersebut mencakup sektor manufaktur, perawatan lansia, perhotelan, hingga pertanian. Namun, ia menilai sebagian peluang belum terserap optimal karena masih adanya praktik penempatan pekerja migran non-prosedural dan ilegal.
Karena itu, pemerintah mendorong edukasi mengenai migrasi aman sekaligus memperkuat keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti workshop bersama narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan penempatan, International Organization for Migration (IOM) Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Kemenko PM Libatkan Pelaku Ekonomi Kreatif Susun Program Berdaya Berusaha
Selain itu, tersedia kelas percobaan bahasa Jepang, Korea, dan Jerman, serta sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, dan pusat uji kompetensi.
Kegiatan tersebut juga mendukung program “SMK Go Global” dalam mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi agar mampu memasuki pasar kerja internasional.
Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu kantong pekerja migran strategis di Jawa Tengah. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia asal Jawa Tengah mencapai 1,22 juta orang, dengan sekitar 46.751 orang berasal dari Kabupaten Kebumen.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pemerintah daerah menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai dapat mendekatkan akses peluang kerja dan pelindungan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan mereka berangkat dengan aman, terampil, dan terlindungi,” ujar Lilis.
(nng)
Lihat Juga :