Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:06 WIB
loading...
Harga LNG Naik Turun...
Penyesuaian harga energi di tengah dinamika akibat geopolitik seperti saat ini merupakan tantangan yang perlu dihadapi bersama. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Praktisi Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengungkapkan penyesuaian harga energi di tengah dinamika akibat geopolitik seperti saat ini merupakan tantangan yang perlu dihadapi bersama. Terutama untuk harga energi non-subsidi termasuk gas alam cair atau LNG.

"Harga perolehan LNG tergantung dari apakah berdasarkan kontrak atau beli spot (dadakan). Spot bisa lebih murah atau lebih mahal seperti kondisi sekarang. Kalau mengikuti harga pasar ya naik turun harga adalah hal yang biasa, dan itu yang dihadapi oleh seluruh pengguna LNG," ungkap Wawan sapaan akrabnya, dikutip pada Rabu (24/6/2026).

Harga LNG berbasis spot, menurutnya, dipastikan mengalami kenaikan karena indeks harga acuan untuk di kawasan Asia Pasifik yaitu Japan Korea Marker (JKM) price mengalami lonjakan cukup signifikan. Data pasar mencatat indeks JKM sepanjang 2026 ini telah mengalami kenaikan mencapai sekitar 111%. ”Jadi memang naik cukup tinggi,” tegasnya.

Kenaikan tersebut turut mendorong kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah Indonesia berbasis JCC dan Brent secara proporsional. Pada April 2026, ICP bahkan tercatat naik sekitar 99% dibandingkan rencana awal tahun.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang

Selain berbasis spot, Wawan yang merupakan Gubernur Indonesia untuk OPEC (2015 – 2016) menjelaskan harga LNG bisa berdasarkan kontrak kesepakatan penjual dan pembeli. "Pembeli yang mempunyai kesepakatan berdasarkan kontrak biasanya menggunakan basis harga minyak (oil index)" terangnya.

Selain itu kontrak-kontrak LNG yang berasal dari Indonesia saat ini masih terikat kontrak ekspor, sehingga untuk menghindari kondisi yang lebih merugikan maka perlu dilakukan kesepakatan yang tetap menjaga pemenuhan kontraktual ekspor.

Di Indonesia, acuan untuk kesepakatan harga jual beli berdasarkan kontrak ini mengacu pada ICP. Sedangkan di luar negeri umumnya mengacu pada harga Brent. "Misal atas dasar presentase dari harga minyak, itu disebut slope. Presentase bervariasi tergantung kapan kontrak tersebut dinegosiasikan dan ditandatangani. Kalau supply lagi banyak slope cenderung mengecil dan begitu sebaliknya," ulasnya.

Wawan yang juga pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan dalam situasi saat ini, kenaikan harga LNG bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di semua negara termasuk negara-negara berkembang di kawasan.

Data pasar menunjukkan, harga LNG industri di Filipina saat ini mencapai sekitar USD 28,50 per MMBTU (S&P Global/Shell FGEN 2026) dan di Vietnam sekitar USD 27,81 per MMBTU (Petrovietnam/IEEFA 2026).



Sedangkan di Singapura, untuk pengguna industri skala besar (bulk) harga LNG di sana telah mencapai USD 40,12 per MMBTU (City Energy / SP Group, April 2026). Adapun untuk pengguna retail dan umum di Singapura harganya sebesar USD 47,54 per MMBTU (City Energy / EMA Singapore, April 2026).

Sebagai perbandingan, harga LNG di Indonesia setelah dilakukan penyesuaian akibat kenaikan harga energi global akan berada di rentang USD21 -25 per MMBTU. Harga LNG di Indonesia sepanjang setengah tahun ini ditahan di level rendah yaitu sejak Januari 2026 ketika harga energi dunia dan LNG secara global sudah mengalami kenaikan.

Baca Juga: Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak

Terpisah, Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan situasi terjadinya lonjakan harga energi global sebagai dampak geopolitik memang menciptakan tantangan yang perlu dihadapi bersama. ”Situasi ini menyebabkan adanya twin dilemma. "Industri penyedia energi menghadapi lonjakan biaya operasional dan tekanan regulasi, sementara industri pengguna mengalami kenaikan biaya produksi yang terkadang tidak bisa diteruskan ke konsumen," ungkapnya.

Kenaikan harga seluruh energi non-subsidi termasuk LNG menjadi keniscayaan karena terjadi secara global. Meski begitu, membela satu sektor misalnya sektor industri pengguna dan mengorbankan industri penyedia energi maupun sebaliknya, kata David, bukan merupakan solusi yang berkelanjutan. ”Justru dapat menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
2 Terdakwa LNG Divonis...
2 Terdakwa LNG Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara, Begini Tanggapan KPK
Kasus Korupsi LNG, Hari...
Kasus Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Vonis 4,5 Tahun Tidak Adil
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved