Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:16 WIB
loading...
Usai Perang dengan Iran,...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/AP
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan pemulihan ekonomi negaranya setelah tercapainya kesepakatan sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan.

Dalam kunjungannya ke Pennsylvania, negara bagian yang menjadi salah satu basis pertarungan politik utama menjelang pemilu paruh waktu November mendatang, Trump menegaskan penurunan harga minyak akan menjadi pemicu membaiknya kondisi ekonomi dan biaya hidup masyarakat.

"Kami sedang mencoba menyusun kesepakatan yang adil. Harga minyak akan turun tajam, dan ketika harga minyak turun, semuanya ikut turun," kata Trump saat mengunjungi pabrik truk Mack Trucks di Macungie, Pennsylvania, dikutip dari Bloomberg, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab

Kunjungan tersebut menjadi agenda kampanye pertama Trump setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan Teheran pada 17 Juni lalu yang membuka jalan menuju penghentian permanen konflik. Trump mengklaim perang tersebut telah menghancurkan kemampuan militer Iran dan memutus jalur pengembangan senjata nuklir negara itu.

Trump juga menyatakan ekonomi AS kini 'siap melesat ke level yang belum pernah disaksikan dunia' seiring meredanya ketegangan geopolitik dan normalisasi harga energi global. Ia kembali mempromosikan kebijakan proteksionisme perdagangan melalui tarif impor baja, otomotif, dan kendaraan berat yang menurutnya berhasil menekan defisit perdagangan dengan China.



Trump turut menyoroti berbagai program ekonomi pemerintahannya, termasuk upaya menurunkan harga obat resep dan pemotongan pajak. Menurut dia, kebijakan tersebut ditujukan untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur dan melindungi lapangan kerja domestik.

"Selama puluhan tahun para pekerja melihat pabrik ditutup dan pekerjaan dipindahkan ke luar negeri. Lalu saya datang dan menghentikannya dengan cepat," ujar Trump di hadapan para pekerja pabrik.

Baca Juga: Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS

Meski demikian, sejumlah survei menunjukkan mayoritas warga AS masih menilai negatif penanganan ekonomi oleh Trump, terutama terkait tingginya biaya perumahan, layanan kesehatan, utilitas, dan kebutuhan pokok. Konflik Iran sebelumnya juga sempat memicu lonjakan harga minyak dan gas serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Kebijakan tarif Trump juga dinilai memberi tekanan terhadap industri domestik. Induk perusahaan Mack Trucks, Volvo Group, sebelumnya mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja ratusan karyawan di sejumlah fasilitas produksinya akibat ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan AS.

Trump saat ini berupaya memperkuat posisi Partai Republik di Pennsylvania menjelang pemilu paruh waktu. Negara bagian tersebut dipandang krusial dalam menentukan dominasi Partai Republik di Kongres, mengingat selisih kursi mayoritas di DPR AS masih sangat tipis.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Rekomendasi
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Berita Terkini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved