Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Anehnya, harga rata-rata bensin eceran di AS justru masih bertengger di angka USD3,93 per galon-hanya turun tipis dari puncaknya sebesar USD4 per galon pada April lalu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Merespons tuduhan Trump, pihak industri minyak melalui American Petroleum Institute (API) langsung pasang badan. Juru bicara API, Bethany Williams, berargumen bahwa harga bensin di SPBU tidak bisa bergerak searah (lockstep) seketika dengan harga minyak mentah.
"Konflik kemarin masih berdampak parah pada rantai pasokan, proses penyulingan (refining), dan stok inventaris kami," kilah Williams.
Namun ketika harga minyak dunia rontok, penurunan harga di SPBU membutuhkan waktu berminggu-minggu dengan seribu satu alasan. Sentimen psikologis inilah yang dimanfaatkan Trump untuk menekan para raksasa energi.
Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa urusan isi dompet rakyat dan keterjangkauan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) adalah masalah ketahanan nasional yang tidak boleh dipermainkan demi meraup keuntungan sepihak.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Merespons tuduhan Trump, pihak industri minyak melalui American Petroleum Institute (API) langsung pasang badan. Juru bicara API, Bethany Williams, berargumen bahwa harga bensin di SPBU tidak bisa bergerak searah (lockstep) seketika dengan harga minyak mentah.
"Konflik kemarin masih berdampak parah pada rantai pasokan, proses penyulingan (refining), dan stok inventaris kami," kilah Williams.
Jeritan Konsumen vs Korporasi
Konflik antara Trump dan korporasi minyak ini sangat mewakili kejengkelan yang dirasakan oleh masyarakat global, termasuk di Indonesia. Konsumen selalu merasa ada ketidakadilan sistemis ketika harga minyak dunia naik, harga BBM di SPBU langsung naik dalam hitungan jam.Namun ketika harga minyak dunia rontok, penurunan harga di SPBU membutuhkan waktu berminggu-minggu dengan seribu satu alasan. Sentimen psikologis inilah yang dimanfaatkan Trump untuk menekan para raksasa energi.
Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa urusan isi dompet rakyat dan keterjangkauan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) adalah masalah ketahanan nasional yang tidak boleh dipermainkan demi meraup keuntungan sepihak.
(akr)
Lihat Juga :