Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
"Volume aliran minyak melalui Selat Hormuz kini sudah sangat mendekati level normal sebelum perang Iran pecah," ungkap Wright.
Meski demikian, Wright menambahkan bahwa pemulihan total 100% masih membutuhkan waktu beberapa minggu ke depan. Hal ini dikarenakan otoritas maritim internasional saat ini tengah melakukan operasi pembersihan ranjau laut (demining) di sepanjang selat untuk memastikan keamanan kapal tanker.
Guna mempercepat eksodus logistik ini, Kesultanan Oman secara darurat telah membuka jalur laut sementara yang dikoordinasikan langsung bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO). Baca Juga: 80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Ketakutan pelaku pasar terhadap kelangkaan pasokan tampaknya telah sirna sepenuhnya. Terbukti, para pelaku pasar kini kompak "tutup mata" dan mengabaikan laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang menyatakan bahwa cadangan minyak total AS justru tengah merosot ke titik terendah sejak tahun 1984 akibat tingginya aktivitas kilang dan pengurasan cadangan darurat pemerintah.
Fokus psikologis para trader dunia saat ini murni terkunci pada satu hal yakni Selat Hormuz sudah aman dan Iran tidak akan bisa menutupnya lagi. Pihak AS bahkan menegaskan bahwa minyak akan tetap mengalir bebas meskipun masa negosiasi ketat 60 hari ke depan terkait program nuklir Teheran nantinya berjalan alot.
Meski demikian, Wright menambahkan bahwa pemulihan total 100% masih membutuhkan waktu beberapa minggu ke depan. Hal ini dikarenakan otoritas maritim internasional saat ini tengah melakukan operasi pembersihan ranjau laut (demining) di sepanjang selat untuk memastikan keamanan kapal tanker.
Guna mempercepat eksodus logistik ini, Kesultanan Oman secara darurat telah membuka jalur laut sementara yang dikoordinasikan langsung bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO). Baca Juga: 80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Ketakutan pelaku pasar terhadap kelangkaan pasokan tampaknya telah sirna sepenuhnya. Terbukti, para pelaku pasar kini kompak "tutup mata" dan mengabaikan laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang menyatakan bahwa cadangan minyak total AS justru tengah merosot ke titik terendah sejak tahun 1984 akibat tingginya aktivitas kilang dan pengurasan cadangan darurat pemerintah.
Fokus psikologis para trader dunia saat ini murni terkunci pada satu hal yakni Selat Hormuz sudah aman dan Iran tidak akan bisa menutupnya lagi. Pihak AS bahkan menegaskan bahwa minyak akan tetap mengalir bebas meskipun masa negosiasi ketat 60 hari ke depan terkait program nuklir Teheran nantinya berjalan alot.
Bagaimana dengan BBM RI?
Amblesnya Brent ke level USD73 dan WTI ke USD70 membawa angin segar yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya ada peluang besar penurunan Harga BBM Nonsubsidi. Harga minyak dunia yang hancur ke level USD70-an per barel seharusnya memberikan ruang yang sangat longgar bagi PT Pertamina (Persero) serta operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo untuk memangkas harga BBM jenis Pertamax series, Shell Super, hingga BP 92 pada periode evaluasi harga berkala terdekat.Lihat Juga :