Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan

Jum'at, 26 Juni 2026 - 20:44 WIB
loading...
A A A
Program ini merupakan manifestasi dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait percepatan swasembada pangan. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman telah memastikan bahwa kebijakan ini fokus pada efisiensi rantai nilai.

Meningkatnya intensitas tanam di wilayah intervensi seperti di Magelang yang kini mencapai 5 kali panen dalam dua tahun, menjadi bukti efektivitas mekanisasi yang diterapkan. Dengan dukungan penuh dari IsDB dan IFAD, Kementerian Pertanian telah menciptakan model yang berhasil memangkas ketergantungan petani pada pola subsisten dan tengkulak tradisional.

Menjelang penutupan fase pendanaan pada tahun 2026, fokus Kementerian Pertanian kini bergeser pada pendampingan manajerial. Hermanto menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan petani setelah proyek berakhir.

"Pemerintah daerah dan pusat berkomitmen untuk terus membersamai korporasi petani ini. Infrastruktur yang sudah ada akan dirawat sebagai aset produktif, dan kami tengah mengintegrasikan korporasi ini dengan ekosistem perbankan serta kemitraan swasta agar akses modal dan pasar tetap terjaga," pungkasnya.

Dengan cetak biru yang telah terbentuk, model UPLAND kini diproyeksikan menjadi prototipe pembangunan pertanian berbasis kawasan di masa depan, yang menjamin bahwa dataran tinggi bukan lagi menjadi area pinggiran, namun jadi pilar ekonomi kedaulatan pangan Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Kementan Tetapkan Harga...
Kementan Tetapkan Harga Acuan Telur Ayam Ras Rp24.000/Kg
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Rekomendasi
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved