10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:14 WIB
loading...
10 Negara dengan Biaya...
Daftar negara dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya hunian, hingga transportasi membuat biaya hidup di berbagai negara terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah negara bahkan tercatat memiliki tingkat biaya hidup tertinggi di dunia berdasarkan indeks biaya hidup global 2026.

"Negara yang mendapatkan skor indeks 80 mengeluarkan biaya sekitar 20% lebih rendah secara keseluruhan, sedangkan skor 120 berarti biayanya sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan Kota New York," demikian dikutip dari laporan Stars Insider yang menggunakan New York, Amerika Serikat (AS), sebagai acuan indeks biaya hidup global.

Baca Juga: 20 Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Berdasarkan laporan tersebut, Swiss menempati posisi pertama sebagai negara dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2026 dengan skor indeks 84,3. Tingginya biaya sewa hunian dan transportasi diimbangi dengan tingkat gaji yang tinggi serta layanan publik yang kuat.

Posisi kedua ditempati Singapura dengan skor indeks 81,2. Negara tetangga Indonesia itu dikenal memiliki harga hunian dan kepemilikan kendaraan pribadi yang sangat mahal, meskipun didukung sistem transportasi publik yang efisien dan tingkat pendapatan masyarakat yang relatif tinggi.

Hong Kong berada di posisi ketiga dengan skor 69,8. Wilayah tersebut menghadapi tekanan biaya akibat keterbatasan lahan, tingginya harga sewa properti, dan kepadatan penduduk, meski memiliki sistem transportasi umum yang efisien dan tarif pajak yang relatif rendah.



Luksemburg menempati posisi keempat dengan skor 65,2, disusul Norwegia di posisi kelima dengan indeks 59,4. Kedua negara tersebut menawarkan tingkat pendapatan dan kesejahteraan sosial yang tinggi, namun dibarengi mahalnya biaya hunian, makanan, dan kebutuhan sehari-hari.

Irlandia berada di posisi keenam dengan skor 58,7 akibat tingginya permintaan hunian yang dipicu pertumbuhan sektor teknologi dan populasi usia muda. Sementara Israel menempati posisi ketujuh dengan skor 58 karena tingginya biaya hunian, barang impor, dan kebutuhan terkait keamanan.

Baca Juga: 10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter

Belanda dan Denmark masing-masing menempati posisi kedelapan dan kesembilan dengan skor 57,9 dan 56,6. Meski biaya hidup di kedua negara tersebut tergolong tinggi, masyarakatnya memperoleh berbagai fasilitas sosial seperti transportasi publik yang baik, pendidikan gratis, hingga subsidi layanan keluarga.

AS berada di posisi kesepuluh dengan skor indeks 56,3. Tingkat biaya hidup di negara tersebut dinilai sangat bergantung pada lokasi tempat tinggal karena terdapat kesenjangan besar antara kota metropolitan dengan wilayah yang lebih kecil.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa tingginya biaya hidup umumnya dipengaruhi kombinasi harga properti, biaya transportasi, layanan publik, serta tingkat pendapatan masyarakat. Negara-negara dengan sistem ekonomi maju dan pusat bisnis global cenderung memiliki biaya hidup lebih tinggi dibandingkan negara berkembang.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Rekomendasi
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Berita Terkini
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved