Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:44 WIB
loading...
Aplikasi investasi saham Stockbit secara konsisten memperkuat sistem keamanan berlapis. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Aplikasi investasi saham Stockbit secara konsisten memperkuat sistem keamanan berlapis untuk melindungi data dan transaksi nasabah dari ancaman serangan siber yang kian dinamis di era digital. Langkah mitigasi ini dihadirkan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, menyusul melonjaknya pertumbuhan jumlah investor di pasar modal domestik secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Sistem 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, Stockbit juga memiliki tim Cybersecurity yang standby 24/7,” kata Head of PR & Corporate Communication Stockbit, William, seperti dikutip pada Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
William menjelaskan sistem keamanan 3 Factor Authentication (3FA) tersebut meliputi teknologi Face Recognition untuk memastikan hanya pemilik sah yang dapat bertransaksi, serta Trusted Device yang otomatis menolak percobaan masuk dari perangkat tak dikenal. Selain itu, terdapat fitur Freeze Account yang memungkinkan investor membekukan akun mereka secara mandiri apabila mendeteksi atau mencurigai adanya aktivitas transaksi yang tidak wajar.
Di samping proteksi digital, platform ini juga meluncurkan fitur Stockbit AI Reports guna membantu merangkum laporan keterbukaan informasi emiten menjadi poin analisis yang lebih ringkas dan tajam. Inovasi berbasis kecerdasan buatan tersebut dirancang untuk membantu investor, baik pemula maupun profesional, dalam memantau pergerakan pasar serta mengambil keputusan investasi secara cepat berdasarkan data yang akurat.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Mei 2026, jumlah investor saham di pasar modal Indonesia telah menyentuh angka 9,73 juta investor. Pertumbuhan ini tercatat melonjak tajam dibandingkan dengan catatan pada akhir tahun 2023 yang melingkupi 5,2 juta investor, serta akhir tahun 2024 yang bertengger di angka 6,3 juta investor.
Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
KSEI juga memotret bahwa demografi pasar modal saat ini hampir 80 persennya didominasi oleh investor muda yang berusia di bawah 40 tahun. Melihat tren positif tersebut, Stockbit berkomitmen untuk terus menyediakan infrastruktur teknologi penunjang investasi yang tidak hanya mengedepankan kecepatan eksekusi transaksi, melainkan juga aspek kredibilitas dan keamanan sistem yang kuat.
“Sistem 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, Stockbit juga memiliki tim Cybersecurity yang standby 24/7,” kata Head of PR & Corporate Communication Stockbit, William, seperti dikutip pada Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
William menjelaskan sistem keamanan 3 Factor Authentication (3FA) tersebut meliputi teknologi Face Recognition untuk memastikan hanya pemilik sah yang dapat bertransaksi, serta Trusted Device yang otomatis menolak percobaan masuk dari perangkat tak dikenal. Selain itu, terdapat fitur Freeze Account yang memungkinkan investor membekukan akun mereka secara mandiri apabila mendeteksi atau mencurigai adanya aktivitas transaksi yang tidak wajar.
Di samping proteksi digital, platform ini juga meluncurkan fitur Stockbit AI Reports guna membantu merangkum laporan keterbukaan informasi emiten menjadi poin analisis yang lebih ringkas dan tajam. Inovasi berbasis kecerdasan buatan tersebut dirancang untuk membantu investor, baik pemula maupun profesional, dalam memantau pergerakan pasar serta mengambil keputusan investasi secara cepat berdasarkan data yang akurat.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Mei 2026, jumlah investor saham di pasar modal Indonesia telah menyentuh angka 9,73 juta investor. Pertumbuhan ini tercatat melonjak tajam dibandingkan dengan catatan pada akhir tahun 2023 yang melingkupi 5,2 juta investor, serta akhir tahun 2024 yang bertengger di angka 6,3 juta investor.
Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
KSEI juga memotret bahwa demografi pasar modal saat ini hampir 80 persennya didominasi oleh investor muda yang berusia di bawah 40 tahun. Melihat tren positif tersebut, Stockbit berkomitmen untuk terus menyediakan infrastruktur teknologi penunjang investasi yang tidak hanya mengedepankan kecepatan eksekusi transaksi, melainkan juga aspek kredibilitas dan keamanan sistem yang kuat.
(nng)
Lihat Juga :