Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Kamis, 02 Juli 2026 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
William mengatakan pelaku kejahatan siber kini tidak hanya mengeksploitasi celah kode pada smart contract, tetapi juga menyerang infrastruktur blockchain dan memanfaatkan kelengahan manusia melalui metode social engineering.
Menurut dia, AI memiliki potensi besar untuk membantu industri kripto dan blockchain membangun sistem keamanan yang lebih proaktif. Berbeda dengan audit tradisional yang dilakukan secara berkala, AI memungkinkan pemantauan risiko dan analisis smart contract dilakukan secara berkelanjutan dan lebih cepat.
Teknologi tersebut mulai diterapkan sejumlah perusahaan teknologi global seperti Frosty yang dikembangkan Coinbase dan Mythos dari Anthropic. Selain mempercepat audit internal, AI juga mampu melakukan analisis on-chain, memantau perubahan perilaku protokol, serta mendeteksi aktivitas transaksi yang tidak wajar secara real time.
Baca Juga: Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Meski demikian, William menegaskan AI bukan solusi tunggal untuk seluruh ancaman keamanan di industri aset digital. Menurut dia, keamanan blockchain tetap membutuhkan perlindungan berlapis melalui tata kelola yang teregulasi, audit independen, pengelolaan akses yang ketat, hingga peningkatan kesadaran pengguna.
Menurut dia, AI memiliki potensi besar untuk membantu industri kripto dan blockchain membangun sistem keamanan yang lebih proaktif. Berbeda dengan audit tradisional yang dilakukan secara berkala, AI memungkinkan pemantauan risiko dan analisis smart contract dilakukan secara berkelanjutan dan lebih cepat.
Teknologi tersebut mulai diterapkan sejumlah perusahaan teknologi global seperti Frosty yang dikembangkan Coinbase dan Mythos dari Anthropic. Selain mempercepat audit internal, AI juga mampu melakukan analisis on-chain, memantau perubahan perilaku protokol, serta mendeteksi aktivitas transaksi yang tidak wajar secara real time.
Baca Juga: Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Meski demikian, William menegaskan AI bukan solusi tunggal untuk seluruh ancaman keamanan di industri aset digital. Menurut dia, keamanan blockchain tetap membutuhkan perlindungan berlapis melalui tata kelola yang teregulasi, audit independen, pengelolaan akses yang ketat, hingga peningkatan kesadaran pengguna.
Lihat Juga :