Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Kamis, 02 Juli 2026 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Jalal menegaskan pelibatan seluruh komponen masyarakat terdampak secara bermakna (meaningful engagement) harus menjadi bagian integral dari setiap proyek WtE. Menurut Jalal, masyarakat juga harus mendapatkan manfaat ekologi, ekonomi dan sosial dari keberadaan proyek tersebut.
“Partisipasi masyarakat bukan sekadar formalitas dalam proses perizinan. Warga sekitar harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, mendapatkan akses terhadap informasi emisi secara terbuka, serta memperoleh manfaat nyata dari proyek yang dibangun. Tanpa itu, WtE berpotensi kehilangan legitimasi sosial yang justru menjadi fondasi keberlanjutannya,” katanya.
Baca Juga : BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Lebih lanjut, Jalal menilai praktik terbaik di berbagai negara menunjukkan teknologi WtE dapat beroperasi secara aman apabila didukung regulasi yang kuat, pengawasan yang transparan, serta sistem pengelolaan sampah yang berjalan efektif. Bila WtE di Indonesia melakukan dengan pendekatan yang sama, bukan hanya mengandalkan teknologi yang modern, Jalal meyakini, WtE dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).
“WtE juga mampu menekan risiko emisi metana, dan mendukung target pengelolaan sampah nasional yang lebih adil dan berkelanjutan, namun hanya apabila berbagai safeguards lingkungan dan sosial yang kokoh bisa benar-benar ditegakkan” kata Jalal.
“Partisipasi masyarakat bukan sekadar formalitas dalam proses perizinan. Warga sekitar harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, mendapatkan akses terhadap informasi emisi secara terbuka, serta memperoleh manfaat nyata dari proyek yang dibangun. Tanpa itu, WtE berpotensi kehilangan legitimasi sosial yang justru menjadi fondasi keberlanjutannya,” katanya.
Baca Juga : BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Lebih lanjut, Jalal menilai praktik terbaik di berbagai negara menunjukkan teknologi WtE dapat beroperasi secara aman apabila didukung regulasi yang kuat, pengawasan yang transparan, serta sistem pengelolaan sampah yang berjalan efektif. Bila WtE di Indonesia melakukan dengan pendekatan yang sama, bukan hanya mengandalkan teknologi yang modern, Jalal meyakini, WtE dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).
“WtE juga mampu menekan risiko emisi metana, dan mendukung target pengelolaan sampah nasional yang lebih adil dan berkelanjutan, namun hanya apabila berbagai safeguards lingkungan dan sosial yang kokoh bisa benar-benar ditegakkan” kata Jalal.
Lihat Juga :