Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan

Kamis, 02 Juli 2026 - 14:53 WIB
loading...
Waste-to-Energy Dinilai...
Keberhasilan WtE sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan pengelolaan yang transparan. Foto: Instagram/@danantara.indonesia
A A A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya volume sampah di berbagai daerah, teknologi Waste-to-Energy (WtE) dipandang sebagai salah satu solusi yang dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional. Sustainability Provocateur dan Founder Social Investment Indonesia, Jalal, menegaskan bahwa keberhasilan WtE sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, pengelolaan yang transparan, serta integrasi dengan upaya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Waste-to-Energy dapat menjadi bagian yang sah dari solusi pengelolaan sampah Indonesia, tetapi tidak boleh diposisikan sebagai solusi tunggal. Keberhasilannya sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya, keterlibatan masyarakat terdampak, integrasi pemulung, serta transparansi pengelolaan lingkungan yang dapat diverifikasi publik,” kata Jalal, saat diwawancarai melalui telepon, Jumat (26/6/2026).

Jalal menjelaskan penolakan terhadap proyek WtE tidak serta-merta menghilangkan persoalan sampah yang terus bertambah setiap hari. Jalal mengatakan, sampah tetap harus dikelola melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi. "Mulai dari pengurangan timbulan sampah, daur ulang, pengomposan, dan pemanfaatan residu," ujarnya.

Baca Juga : Danantara Pastikan Tata Kelola WtE Aman, Berkelanjutan dan Jadi Solusi Nasional Pengelolaan Sampah

Jalal menilai dalam konteks Indonesia, tantangan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada teknologi. Tetapi juga pada karakteristik sampah yang didominasi bahan organik dengan kadar air tinggi. Menurut Jalal, pembangunan fasilitas WtE harus berjalan seiring dengan penguatan budaya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, kawasan komersial, dan industri.

Jalal menegaskan pelibatan seluruh komponen masyarakat terdampak secara bermakna (meaningful engagement) harus menjadi bagian integral dari setiap proyek WtE. Menurut Jalal, masyarakat juga harus mendapatkan manfaat ekologi, ekonomi dan sosial dari keberadaan proyek tersebut.

“Partisipasi masyarakat bukan sekadar formalitas dalam proses perizinan. Warga sekitar harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, mendapatkan akses terhadap informasi emisi secara terbuka, serta memperoleh manfaat nyata dari proyek yang dibangun. Tanpa itu, WtE berpotensi kehilangan legitimasi sosial yang justru menjadi fondasi keberlanjutannya,” katanya.

Baca Juga : BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN

Lebih lanjut, Jalal menilai praktik terbaik di berbagai negara menunjukkan teknologi WtE dapat beroperasi secara aman apabila didukung regulasi yang kuat, pengawasan yang transparan, serta sistem pengelolaan sampah yang berjalan efektif. Bila WtE di Indonesia melakukan dengan pendekatan yang sama, bukan hanya mengandalkan teknologi yang modern, Jalal meyakini, WtE dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).

“WtE juga mampu menekan risiko emisi metana, dan mendukung target pengelolaan sampah nasional yang lebih adil dan berkelanjutan, namun hanya apabila berbagai safeguards lingkungan dan sosial yang kokoh bisa benar-benar ditegakkan” kata Jalal.

Pada kesempatan yang berbeda, Chief Executive Officer Denera, perusahaan di bawah Danantara Indonesia, sekaligus Director Investment Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman, mengatakan bahwa keberhasilan Waste-to-Energy tidak hanya memerlukan teknologi, tetapi juga pendekatan terintegrasi dan tata kelola yang kuat.

Fadli mengatakan, governance yang ketat menjadi salah satu kunci utama agar implementasi WtE dapat berjalan aman dan akuntabel. "Pertama, kami menjaga tata kelola dengan sangat ketat. Kedua, kami belajar dari negara-negara lain dan menarik investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Ketiga, kami memastikan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak lokal berjalan dengan baik, termasuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal," ujarnya.

Fadli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai upaya pengelolaan sampah yang tengah dikembangkan di Indonesia. Menurutnya, persoalan sampah telah berkembang menjadi tantangan jangka panjang yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak.

"Kami dengan kerendahan hati mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap upaya penanganan sampah, baik di skala kecil maupun skala besar, dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan sampah hingga penerapan berbagai teknologi, baik teknologi yang sudah lama digunakan maupun teknologi yang lebih baru. Karena isu sampah bukan lagi sekadar persoalan hari ini. Persoalan ini sudah menjadi isu generasional dan telah berkembang menjadi isu sosial yang akan menentukan kualitas hidup kita di masa depan. Mari kita bersama-sama mendukung setiap upaya yang dapat menjadi solusi bagi persoalan sampah di Indonesia," kata Fadli.

Seperti diketahui Danantara Indonesia mengumumkan pembentukan PT Daya Energi Bersih Nusantara (PT Denera), yang resmi berdiri pada 1 April 2026 sebagai perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus holding bagi seluruh proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia. Dibentuk oleh PT Danantara Investment Management (DIM), PT Denera akan mengonsolidasikan investasi, pengembangan, dan operasional proyek PSEL melalui struktur Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) bersama mitra konsorsium terpilih.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Pangkas Ratusan Entitas...
Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Terobosan Rosan Roeslani Tuai Dukungan Akademisi
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Obligasi Global Danantara...
Obligasi Global Danantara Laris Manis, Momentum Emas untuk Buy Indonesia
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Rekomendasi
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Mac and Cheese Kian...
Mac and Cheese Kian Digemari Anak Muda, Macaroni Holic Hadirkan Rasa Creamy ala Kafe
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
5 Makanan Terbaik Dikonsumsi...
5 Makanan Terbaik Dikonsumsi saat Menstruasi, Efektif Atasi Nyeri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved