Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa

Kamis, 02 Juli 2026 - 18:27 WIB
loading...
Selat Hormuz Sempat...
Blokade total Selat Hormuz memicu trauma mendalam akibat kiamat logistik yang kini memicu efek kejut luar biasa terhadap negara-negara Arab yang kaya minyak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Blokade total Selat Hormuz yang sempat dinilai mustahil oleh para pakar kelautan, nyatanya benar-benar terjadi dan sempat melumpuhkan seperlima pasokan minyak serta gas dunia. Trauma mendalam akibat kiamat logistik tersebut kini memicu efek kejut luar biasa.

Negara- negara kaya minyak di Timur Tengah kini tidak mau lagi menggantungkan nasibnya pada Selat Hormuz yang dinilai rawan gejolak tersebut. Dalam laporan terbarunya, pengamat energi Ron Bousso membongkar terjadinya fenomena 'Pipeline Boom' atau demam pembangunan pipa raksasa bawah tanah secara masif di jazirah Arab.

Baca Juga: Arab Saudi Penyelamat Dunia dari Kiamat Minyak? Pipa Raksasa Bypass Selat Hormuz Pompa 7 Juta Barel

Para raja minyak kini berpacu dengan waktu dan menggelontorkan dana ratusan triliun demi mengalihkan jalur ekspor mereka ke daratan, menembus gurun dan pegunungan, langsung menuju Laut Merah dan Laut Mediterania demi mengelabui moncong rudal Iran di masa depan.

Arab Saudi Memimpin, UEA Langsung Gandakan Kapasitas Pipa

Arab Saudi terbukti menjadi negara yang paling siap menghadapi krisis berkat visi jangka panjang mereka. Saat Selat Hormuz diblokade kemarin, Riyadh langsung mengalihkan ekspor minyaknya dari Teluk Persia ke Laut Merah melalui pipa East-West (Timur-Barat).



Jalur pipa raksasa yang dibangun sejak tahun 1980-an ini langsung digenjot hingga kapasitas maksimalnya, mencapai 7 juta barel minyak per hari. Langkah penyelamatan darurat Arab Saudi ini langsung ditiru secara agresif oleh negara tetangganya, Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%

Sadar posisinya sangat rentan, UEA kini meluncurkan megaproyek kilat untuk membangun pipa baru menuju pelabuhan Fujairah yang terletak tepat di luar Selat Hormuz. Tak tanggung-tanggung, UEA menargetkan proyek ini rampung akhir tahun depan untuk menggandakan kapasitas pipa mereka dari 1,8 juta barel menjadi 3,6 juta barel per hari.

Tragedi Irak, Produksi Anjlok dari 4 Juta Sisa 1 Juta Barel

Kita melihat betapa fatalnya dampak pemblokiran Selat Hormuz bagi negara yang terlambat mengantisipasi infrastruktur alternatif. Irak adalah contoh korban paling tragis dalam krisis ini. Lebih dari 90% ekspor minyak Irak selama ini bergantung total pada Selat Hormuz.

Ketika jalur laut tersebut ditutup, pendapatan negara Irak langsung terjun bebas. Guna menghindari kebangkrutan, Baghdad terpaksa memangkas drastis produksi minyak nasional mereka dari semula di atas 4 juta barel per hari, anjlok parah hingga hampir menyentuh angka 1 juta barel per hari.

Kini, demi bertahan hidup, Irak nekat menghidupkan kembali pipa Kirkuk-Ceyhan menuju Turki untuk mendongkrak kapasitas aliran utara dari 200 ribu barel menjadi 770 ribu barel per hari dalam hitungan bulan. Irak bahkan tengah menjajaki kerja sama pembangunan jaringan pipa baru menembus Suriah dan Yordania untuk langsung menembus pelabuhan Mediterania.

Inisiatif Empat Laut: Proyek Rp164 Triliun Penghancur Dominasi Rusia-Iran

Ambisi pengalihan jalur energi ini melahirkan sebuah gagasan geopolitik raksasa yang diinisiasi oleh lembaga pemikir New Lines Institute, yang dinamakan "Four Seas Initiative" (Inisiatif Empat Laut). Megaproyek senilai USD10 miliar (sekitar Rp164 triliun) ini dirancang untuk menghubungkan ladang-ladang minyak Timur Tengah langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Turki dan Suriah pasca-perubahan peta politik di Damaskus.

Proyek pipa raksasa trans-kontinental ini diklaim akan membawa 4 keuntungan strategis dunia. Kedaulatan energi Eropa, dimana membebaskan Eropa sepenuhnya dari ketergantungan pasokan minyak dan gas Rusia serta Iran.

Mengukuhkan dominasi korporasi Amerika Serikat pada infrastruktur paling strategis di Timur Tengah. Keuntungan lainnya yakni rekonstruksi Suriah, dapat membiayai pemulihan ekonomi Suriah dari pendapatan tarif transit pipa.

Efek positif lainnya yakni stabilitas pasar. Menjaga pasokan energi global tetap mengalir tanpa bisa disabotase konflik regional.

Namun, tidak semua negara Arab bernasib mujur. Negara sekecil Kuwait dan Qatar terancam menghadapi jalan buntu (Zonk). Kedua negara ini sama sekali tidak memiliki infrastruktur pipa darat domestik yang keluar dari Teluk.

Mau tidak mau, jika terjadi krisis susulan, Qatar dan Kuwait harus "mengemis" dan bergantung pada belas kasihan jaringan pipa milik Arab Saudi dan UEA-dua negara yang belakangan ini kerap terlibat ketegangan diplomatik.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Curhat Sering Dicueki Anak, Syuting Jadi Obat Kesepian
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Mac and Cheese Kian...
Mac and Cheese Kian Digemari Anak Muda, Macaroni Holic Hadirkan Rasa Creamy ala Kafe
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved