Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Kamis, 02 Juli 2026 - 18:31 WIB
loading...
Syngenta Indonesia berpartisipasi dalam Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Limboto, Gorontalo. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Syngenta Indonesia berpartisipasi dalam Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Limboto, Gorontalo, melalui booth edukasi dan gelar teknologi di lahan pertanian. Kehadiran perusahaan tersebut ditujukan untuk memperkenalkan inovasi benih dan solusi budidaya guna mendukung produktivitas serta kesejahteraan petani.
“Visi Petani MAJU mencerminkan komitmen Syngenta Indonesia untuk menghadirkan terobosan bagi petani di lapangan melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Dalam kegiatan tersebut, Syngenta Indonesia memperkenalkan berbagai inovasi benih dan perlindungan tanaman, termasuk varietas padi hibrida NK2133 atau NK Ningrat serta seri jagung bioteknologi NK Sakti yang terdiri atas NK Perkasa Sakti, NK Pendekar Sakti, dan NK Sumo Sakti.
Seri jagung tersebut memiliki keunggulan toleran terhadap herbisida glifosat dan tahan terhadap serangan ulat penggerek batang. Selain benih, perusahaan juga menampilkan sejumlah solusi perlindungan tanaman seperti MIRAVIS Duo, INCIPIO 200 SC, dan CUPRINOMAT.
Syngenta Indonesia turut memperkenalkan pendekatan komunikasi “Syngenta Heroes” untuk mempermudah petani mengenali inovasi dan teknologi pertanian. Melalui enam karakter edukatif, perusahaan menyampaikan informasi produk dan praktik budidaya secara lebih sederhana dan menarik bagi petani.
Mengusung tema “Tumbuh bersama Petani MAJU Indonesia”, Syngenta Indonesia juga memaparkan visi Petani MAJU dalam sesi Pelatihan Pengembangan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani Nelayan. Program tersebut mencakup empat pilar utama yakni peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, kolaborasi pertanian berkelanjutan, dan penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan.
Baca Juga: Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Selama penyelenggaraan PENAS KTNA XVII, booth dan lahan gelar teknologi Syngenta Indonesia dikunjungi ratusan petani dan masyarakat. Perusahaan juga menerima kunjungan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan sektor pertanian, termasuk Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta.
Menurut perusahaan, partisipasi dalam PENAS KTNA XVII merupakan bentuk dukungan terhadap prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung adopsi teknologi pertanian dan program swasembada pangan melalui inovasi berkelanjutan.
“Visi Petani MAJU mencerminkan komitmen Syngenta Indonesia untuk menghadirkan terobosan bagi petani di lapangan melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Dalam kegiatan tersebut, Syngenta Indonesia memperkenalkan berbagai inovasi benih dan perlindungan tanaman, termasuk varietas padi hibrida NK2133 atau NK Ningrat serta seri jagung bioteknologi NK Sakti yang terdiri atas NK Perkasa Sakti, NK Pendekar Sakti, dan NK Sumo Sakti.
Seri jagung tersebut memiliki keunggulan toleran terhadap herbisida glifosat dan tahan terhadap serangan ulat penggerek batang. Selain benih, perusahaan juga menampilkan sejumlah solusi perlindungan tanaman seperti MIRAVIS Duo, INCIPIO 200 SC, dan CUPRINOMAT.
Syngenta Indonesia turut memperkenalkan pendekatan komunikasi “Syngenta Heroes” untuk mempermudah petani mengenali inovasi dan teknologi pertanian. Melalui enam karakter edukatif, perusahaan menyampaikan informasi produk dan praktik budidaya secara lebih sederhana dan menarik bagi petani.
Mengusung tema “Tumbuh bersama Petani MAJU Indonesia”, Syngenta Indonesia juga memaparkan visi Petani MAJU dalam sesi Pelatihan Pengembangan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani Nelayan. Program tersebut mencakup empat pilar utama yakni peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, kolaborasi pertanian berkelanjutan, dan penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan.
Baca Juga: Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Selama penyelenggaraan PENAS KTNA XVII, booth dan lahan gelar teknologi Syngenta Indonesia dikunjungi ratusan petani dan masyarakat. Perusahaan juga menerima kunjungan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan sektor pertanian, termasuk Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta.
Menurut perusahaan, partisipasi dalam PENAS KTNA XVII merupakan bentuk dukungan terhadap prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung adopsi teknologi pertanian dan program swasembada pangan melalui inovasi berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :