Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Kamis, 02 Juli 2026 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
"Nah suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PT PLN Persero," tambahnya.
Baca Juga: Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Diterangkan juga, pekerjaan retrofit PLTU ini sudah masuk dalam rencana kerja perseroan dalam 5 tahun mendatang. Sehingga diharapkan PLTU ke depannya mampu menggunakan batu bara dengan kalori rendah dan punya emisi gas buang yang lebih rendah.
"Selama lima tahun bahwa sukses kami skill things up di seluruh pembangkit milik PLN. Karena semakin hari, pasokan dari batubara dengan kalori tinggi menengah semakin menipis. Nah untuk itu kami melakukan adjustment pada pembangkit kami dengan tujuan jangan sampai terulang kembali (pemadaman bergilir)," tambahnya.
Ditemui secara terpisah, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo menambahkan, saat ini banyak PLTU di Indonesia yang sudah berumur tua. Sehingga memang sejak dibangun pada masa lalu belum dirancang untuk menggunakan batu bara dengan kalori rendah.
"Kita akan memperbaiki peralatannya, karena mau tidak mau teknologi itu harus beradaptasi. Karena dulu pembangkit kita didesain untuk konsumsi yang kalori tinggi, sedangkan sekarang batu bara kalori tinggi sudah menipis, mau tidak mau harus adaptasi," pungkasnya.
Baca Juga: Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Diterangkan juga, pekerjaan retrofit PLTU ini sudah masuk dalam rencana kerja perseroan dalam 5 tahun mendatang. Sehingga diharapkan PLTU ke depannya mampu menggunakan batu bara dengan kalori rendah dan punya emisi gas buang yang lebih rendah.
"Selama lima tahun bahwa sukses kami skill things up di seluruh pembangkit milik PLN. Karena semakin hari, pasokan dari batubara dengan kalori tinggi menengah semakin menipis. Nah untuk itu kami melakukan adjustment pada pembangkit kami dengan tujuan jangan sampai terulang kembali (pemadaman bergilir)," tambahnya.
Ditemui secara terpisah, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo menambahkan, saat ini banyak PLTU di Indonesia yang sudah berumur tua. Sehingga memang sejak dibangun pada masa lalu belum dirancang untuk menggunakan batu bara dengan kalori rendah.
"Kita akan memperbaiki peralatannya, karena mau tidak mau teknologi itu harus beradaptasi. Karena dulu pembangkit kita didesain untuk konsumsi yang kalori tinggi, sedangkan sekarang batu bara kalori tinggi sudah menipis, mau tidak mau harus adaptasi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :