AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian

Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:49 WIB
loading...
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI menilai perekonomian global masih menunjukkan resiliensi di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global masih menunjukkan resiliensi di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global yang terjadi secara berturut-turut. Meski belum terlihat indikasi pelemahan ekonomi global yang signifikan dalam jangka pendek, investor dinilai perlu mengadopsi strategi investasi yang lebih selektif dan aktif untuk menghadapi dinamika pasar pada paruh kedua 2026.

Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menjelaskan bahwa ketidakpastian global masih dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga minyak yang bertahan tinggi, inflasi yang masih berada di atas target di sebagian besar negara maju, hingga potensi meningkatnya volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

"Setelah sempat terganggu oleh kebijakan tarif AS, kondisi geopolitik di Timur Tengah kini mulai menunjukkan stabilisasi. Namun, sejumlah faktor masih perlu dicermati investor, termasuk harga energi, inflasi, dan dinamika politik di AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar," ujar Tim CIO AllianzGI, dikutip dalam Laporan House View Q3 2026, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah

Dalam situasi tersebut, AllianzGI menilai pendekatan investasi yang hanya mengandalkan beta pasar tidak lagi cukup untuk menghasilkan imbal hasil optimal. Ke depan, kemampuan investor dalam memilih negara, sektor dan instrumen investasi dinilai akan menjadi faktor utama dalam menentukan kinerja portofolio, disertai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar.

"Bagi investor, yang penting bukan hanya arah pergerakan pasar, tetapi juga berbagai kemungkinan hasil yang dapat terjadi. Risiko inflasi yang tetap tinggi serta prospek suku bunga mendorong perhatian investor ke aset yang menawarkan karakteristik value, income, dan quality," tambah Tim CIO AllianzGI.

Dari sisi kelas aset, AllianzGI melihat saham value memiliki prospek yang menarik, terutama di tengah pasar yang masih didorong oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI). Selain memberikan manfaat diversifikasi, segmen ini juga berpotensi mendapat dukungan dari kondisi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama, sekaligus mencerminkan pergeseran fokus investor kembali ke fundamental perusahaan.

"Meskipun kondisi geopolitik masih penuh ketidakpastian, kami tetap berpandangan positif terhadap pasar saham, terutama dari perspektif sistematis dibandingkan fundamental, dengan preferensi pada pasar AS dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang," lanjutnya.



Sementara itu, pada kelas aset pendapatan tetap, AllianzGI mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang cukup signifikan di pasar inti. Dalam kondisi tersebut, AllianzGI menilai pengelolaan aktif atas eksposur obligasi pemerintah serta fokus pada instrumen kredit berkualitas tinggi dapat membantu meredam volatilitas pasar.

"Kami juga optimistis dengan obligasi jangka panjang dari pemerintah Peru dengan tenor 15 tahun dan obligasi pemerintah Brasil dengan tenor 10 tahun dalam mata uang lokal," tulisnya.

Baca Juga: AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran

Di sisi lain, AllianzGI tetap optimistis terhadap emas sebagai instrumen diversifikasi di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Selain itu, AllianzGI juga mempertahankan pandangan positif terhadap komoditas dengan posisi long sebagai salah satu instrumen diversifikasi utama dalam portofolio.

"Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, penggunaan strategi opsi dapat meningkatkan diversifikasi portofolio," tutup Tim CIO AllianzGI
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Ubah Barang Mewah Jadi Aset Resiliensi Finansial
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved