Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Jum'at, 03 Juli 2026 - 14:22 WIB
loading...
Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto dalam acara Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Surabaya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat daya saing nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui program upskilling dan reskilling yang didukung penguatan pelatihan vokasi dan hubungan industrial.
"Pengembangan kompetensi itu ada lewat pelatihan vokasi nasional dan pemagangan nasional. Selain itu, kita masih punya PR bagaimana membangun hubungan industrial. Ada praktik, contoh yang kita lihat di PT HM Sampoerna, dari harmonis menuju hubungan industrial yang transformatif," ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Sampoerna Catatkan Nilai Ekspor IQOS-TEREA Rp829 Miliar di 2024
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam acara “Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila” di Surabaya. Kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan.
Menurut Yassierli, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan penguatan hubungan industrial agar mampu menciptakan dunia usaha yang tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci membangun daya tahan industri nasional.
"Semangatnya adalah membangun daya tahan industri melalui kolaborasi lintas sektor. Saya berharap kegiatan ini menjadi model untuk memperkuat sinergi tiga pilar, yakni pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, serta menginspirasi perusahaan lain dalam menerapkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto, mengatakan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah menjadi landasan dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan berkelanjutan. Nilai tersebut, menurut dia, selaras dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna yang menekankan keseimbangan kontribusi antara konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha, dan masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Perusahaan Ikut Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
Untuk mendukung pengembangan SDM, Sampoerna menghadirkan program Sampoerna Karya Bangsa (SKB) pada 2025 sebagai ekosistem kolaboratif yang mendukung kewirausahaan, vokasi, pelatihan, serta pengembangan keterampilan kerja. Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan seperti persiapan pra-pensiun dan transisi karier, serta pelatihan vokasi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. "Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci dalam memperkuat hubungan industrial nasional," ujar Rianto.
SKB melengkapi sejumlah inisiatif pengembangan SDM yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan, antara lain Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). Di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, SETC tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108.000 peserta, sementara SRC memberdayakan lebih dari 250.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) toko kelontong di berbagai daerah di Indonesia.
"Pengembangan kompetensi itu ada lewat pelatihan vokasi nasional dan pemagangan nasional. Selain itu, kita masih punya PR bagaimana membangun hubungan industrial. Ada praktik, contoh yang kita lihat di PT HM Sampoerna, dari harmonis menuju hubungan industrial yang transformatif," ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Sampoerna Catatkan Nilai Ekspor IQOS-TEREA Rp829 Miliar di 2024
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam acara “Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila” di Surabaya. Kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan.
Menurut Yassierli, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan penguatan hubungan industrial agar mampu menciptakan dunia usaha yang tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci membangun daya tahan industri nasional.
"Semangatnya adalah membangun daya tahan industri melalui kolaborasi lintas sektor. Saya berharap kegiatan ini menjadi model untuk memperkuat sinergi tiga pilar, yakni pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, serta menginspirasi perusahaan lain dalam menerapkan praktik baik Hubungan Industrial Pancasila," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto, mengatakan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah menjadi landasan dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan berkelanjutan. Nilai tersebut, menurut dia, selaras dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna yang menekankan keseimbangan kontribusi antara konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha, dan masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Perusahaan Ikut Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
Untuk mendukung pengembangan SDM, Sampoerna menghadirkan program Sampoerna Karya Bangsa (SKB) pada 2025 sebagai ekosistem kolaboratif yang mendukung kewirausahaan, vokasi, pelatihan, serta pengembangan keterampilan kerja. Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan seperti persiapan pra-pensiun dan transisi karier, serta pelatihan vokasi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. "Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci dalam memperkuat hubungan industrial nasional," ujar Rianto.
SKB melengkapi sejumlah inisiatif pengembangan SDM yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan, antara lain Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). Di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, SETC tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108.000 peserta, sementara SRC memberdayakan lebih dari 250.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) toko kelontong di berbagai daerah di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :