Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Jum'at, 03 Juli 2026 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
OECD mencatat penerimaan pajak korporasi turun dari Rp829,66 triliun pada 2023 menjadi Rp818,30 triliun pada 2024, atau berkurang sekitar Rp11,36 triliun. Sebaliknya, penerimaan pajak penghasilan orang pribadi masih mencatat pertumbuhan.
Setoran dari kelompok ini meningkat dari Rp231,59 triliun menjadi Rp243,64 triliun, atau bertambah sekitar Rp12,05 triliun. Meski mulai melambat, pajak penghasilan masih menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara.
Baca Juga: Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.910-Rp17.970 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan depan di rentang Rp17.850-Rp18.100 per dolar AS.
Selain itu salah satu sentimen datang dari eksternal yakni investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah "menyetujui hampir semua yang kita butuhkan," menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar.
“Namun, Wall Street Journal melaporkan bahwa Teheran telah menolak proposal untuk melepaskan klaimnya atas Selat Hormuz sebagai imbalan atas pelepasan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Setoran dari kelompok ini meningkat dari Rp231,59 triliun menjadi Rp243,64 triliun, atau bertambah sekitar Rp12,05 triliun. Meski mulai melambat, pajak penghasilan masih menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara.
Baca Juga: Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.910-Rp17.970 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan depan di rentang Rp17.850-Rp18.100 per dolar AS.
Selain itu salah satu sentimen datang dari eksternal yakni investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah "menyetujui hampir semua yang kita butuhkan," menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar.
“Namun, Wall Street Journal melaporkan bahwa Teheran telah menolak proposal untuk melepaskan klaimnya atas Selat Hormuz sebagai imbalan atas pelepasan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Lihat Juga :