Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Minggu, 05 Juli 2026 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Ada juga faktor daya beli masyafakat yang menurun, semua itu terjadi karena sektor industri mengkerut dan ekonomi secara keseluruhan tidak cukup menyediakan kesempatan kerja produktif. Karena itu, masalah ini seperti lingkaran setan sehingga upaya memutusnya tidak lain adalah transformasi struktur industri, deregulasi dan debirokratisasi agar dunia usaha utamanya industri berkembang.
Mengkerutnya sektor industri otomatis memangkas ketersediaan lapangan kerja produktif. Dampak psikologisnya, angka pengangguran terselubung meningkat dan daya beli masyarakat ikut sekarat.
"Praktek kebijakan terbaik sudah dijalankan pemerintah pada tahun 1980-an dan 1990-an, yang menghasilkan ekonomi tumbuh 7-8 persen dan sektor industri tumbuh 10-12 persen. Tetapi kebijakan seperti ini tidak atau belum mampu dijalankan kembali," paparnya.
Sebaliknya kini Vietnam selain menjadi negara berpendapatan menengah atas, juga mulai memasuki fase yang disebut beberapa pengamat sebagai “Doi Moi 2.0”, yaitu transisi dari ekonomi berbasis upah murah menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi dengan nilai tambah industri yang tinggi.
"Berbeda dengan Indonesia, dalam waktu yang tidak lama dan dengan tingkat pertumbuhan 8 persen, negara ini bisa melewati jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap)," bebernya.
Mengkerutnya sektor industri otomatis memangkas ketersediaan lapangan kerja produktif. Dampak psikologisnya, angka pengangguran terselubung meningkat dan daya beli masyarakat ikut sekarat.
"Praktek kebijakan terbaik sudah dijalankan pemerintah pada tahun 1980-an dan 1990-an, yang menghasilkan ekonomi tumbuh 7-8 persen dan sektor industri tumbuh 10-12 persen. Tetapi kebijakan seperti ini tidak atau belum mampu dijalankan kembali," paparnya.
Peringatan Keras: Indonesia Berisiko Jadi Negara Sakit di ASEAN
Jika tren pelemahan industri ini terus dibiarkan tanpa adanya transformasi struktural yang masif, Indonesia terancam tertinggal selamanya. "Jika tidak ada kebijakan untuk membangkitkan industri secara masif dan tidak memperbaiki iklim usaha, maka Indonesia bisa menjadi negara sakit di ASEAN," terangnyaSebaliknya kini Vietnam selain menjadi negara berpendapatan menengah atas, juga mulai memasuki fase yang disebut beberapa pengamat sebagai “Doi Moi 2.0”, yaitu transisi dari ekonomi berbasis upah murah menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi dengan nilai tambah industri yang tinggi.
"Berbeda dengan Indonesia, dalam waktu yang tidak lama dan dengan tingkat pertumbuhan 8 persen, negara ini bisa melewati jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap)," bebernya.
(akr)
Lihat Juga :