Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Minggu, 05 Juli 2026 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Kristian juga mengingatkan agar pemerintah tidak mencampurkan mekanisme harga BBM nonsubsidi dengan kepentingan menutup tekanan defisit anggaran negara. Menurutnya, jika alasan utama mempertahankan harga adalah memperkuat kondisi fiskal, pemerintah harus menjelaskan dasar kebijakan tersebut secara terbuka agar tidak menimbulkan ketidakpastian dan menurunkan kepercayaan publik terhadap tata kelola energi.
"Keberhasilan kebijakan energi tidak hanya diukur dari murah atau mahalnya harga bahan bakar, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen, keberlanjutan penyediaan energi, kesehatan keuangan negara, serta kepercayaan publik terhadap proses pengambilan kebijakan," tutur Kristian.
Sebelumnya Pertamina resmi menyesuaikan sejumlah harga BBM, pada Rabu (1/7/2026). Harga BBM RON 92 atau Pertamax tetap ditahan Pertamina seharga Rp16.250/liter, usai mengalami kenaikan pada 10 Juni.
Di sisi lain, harga BBM RON 98 atau Pertamax Turbo turun Rp1.450/liter menjadi Rp19.300/liter dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp20.750/liter. Sedangkan BBM RON 95 atau Pertamax Green 95 masih ditahan oleh Pertamina seharga Rp17.000/liter.
"Keberhasilan kebijakan energi tidak hanya diukur dari murah atau mahalnya harga bahan bakar, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen, keberlanjutan penyediaan energi, kesehatan keuangan negara, serta kepercayaan publik terhadap proses pengambilan kebijakan," tutur Kristian.
Sebelumnya Pertamina resmi menyesuaikan sejumlah harga BBM, pada Rabu (1/7/2026). Harga BBM RON 92 atau Pertamax tetap ditahan Pertamina seharga Rp16.250/liter, usai mengalami kenaikan pada 10 Juni.
Di sisi lain, harga BBM RON 98 atau Pertamax Turbo turun Rp1.450/liter menjadi Rp19.300/liter dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp20.750/liter. Sedangkan BBM RON 95 atau Pertamax Green 95 masih ditahan oleh Pertamina seharga Rp17.000/liter.
(akr)
Lihat Juga :