Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Minggu, 05 Juli 2026 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Secara matematis, posisi Indonesia saat ini memang masih relatif unggul, namun akselerasi pertumbuhan ekonomi kedua kompetitor regional tersebut melaju jauh lebih agresif dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung tertinggal jika bersanding dengan Vietnam dan Filipina. Filipina mencatatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata di kisaran 6% dalam beberapa tahun terakhir, sedangkan Vietnam melesat lebih tinggi lagi dengan tumbuh di atas 6 hingga 7%.
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Loncatan performa Vietnam didorong oleh keberhasilan mereka memanfaatkan relokasi Penanaman Modal Asing (FDI) dari Tiongkok sebagai dampak langsung dari pecahnya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Indonesia justru menghadapi tantangan struktural yang membuat laju pertumbuhan ekonominya seolah jalan di tempat tanpa ada lompatan berarti. Masalah klasik pada sektor industri pengolahan juga belum sepenuhnya teratasi sehingga berdampak langsung pada pelemahan daya beli.
"Kenapa Indonesia bisa berpotensi tersalip, adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan 5 persen. Masalah industri masih ada sehingga kesejahteraan masyarakat tidak meningkat dan menahan laju konsumsi rumah tangga," tegas Huda.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung tertinggal jika bersanding dengan Vietnam dan Filipina. Filipina mencatatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata di kisaran 6% dalam beberapa tahun terakhir, sedangkan Vietnam melesat lebih tinggi lagi dengan tumbuh di atas 6 hingga 7%.
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Loncatan performa Vietnam didorong oleh keberhasilan mereka memanfaatkan relokasi Penanaman Modal Asing (FDI) dari Tiongkok sebagai dampak langsung dari pecahnya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Indonesia justru menghadapi tantangan struktural yang membuat laju pertumbuhan ekonominya seolah jalan di tempat tanpa ada lompatan berarti. Masalah klasik pada sektor industri pengolahan juga belum sepenuhnya teratasi sehingga berdampak langsung pada pelemahan daya beli.
"Kenapa Indonesia bisa berpotensi tersalip, adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan 5 persen. Masalah industri masih ada sehingga kesejahteraan masyarakat tidak meningkat dan menahan laju konsumsi rumah tangga," tegas Huda.
(akr)
Lihat Juga :