Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Minggu, 05 Juli 2026 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Hendra menitiberatkan, soal kondisi ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang. Optimisme tersebut diperkuat oleh data PMI di sejumlah negara Asia yang masih berada di zona ekspansi, mencerminkan aktivitas ekonomi kawasan tetap solid. Bursa Asia pun kompak menguat, sementara rupiah turut terapresiasi ke kisaran Rp17.962 per dolar AS sehingga menambah sentimen positif bagi pasar domestik.
Dari dalam negeri, kata Hendra, penguatan hampir terjadi di seluruh sektor dengan sektor perindustrian menjadi motor utama, disertai aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mengalami koreksi cukup dalam.
Baca Juga: IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Meski demikian, kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung oleh arus dana asing yang kuat. Sepanjang tahun berjalan investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp88 triliun, bahkan pada perdagangan Jumat asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp16 miliar.
"Artinya, reli yang terjadi saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global dibandingkan adanya arus masuk dana asing. Selama investor asing belum berbalik melakukan akumulasi secara konsisten, potensi volatilitas pasar masih tetap tinggi sehingga kenaikan IHSG diperkirakan berlangsung secara bertahap," kata Hendra.
Dari dalam negeri, kata Hendra, penguatan hampir terjadi di seluruh sektor dengan sektor perindustrian menjadi motor utama, disertai aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mengalami koreksi cukup dalam.
Baca Juga: IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Meski demikian, kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung oleh arus dana asing yang kuat. Sepanjang tahun berjalan investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp88 triliun, bahkan pada perdagangan Jumat asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp16 miliar.
"Artinya, reli yang terjadi saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global dibandingkan adanya arus masuk dana asing. Selama investor asing belum berbalik melakukan akumulasi secara konsisten, potensi volatilitas pasar masih tetap tinggi sehingga kenaikan IHSG diperkirakan berlangsung secara bertahap," kata Hendra.
Lihat Juga :