Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Minggu, 05 Juli 2026 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terjadi aksi ambil untung jangka pendek sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap fluktuatif.
Di tengah kondisi tersebut, Hendra menyimpulkan bahwa strategi yang lebih tepat adalah melakukan selective buying pada saham-saham yang masih memiliki momentum teknikal positif. BRIS layak dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga 1.945, seiring mulai munculnya sinyal akumulasi.
"MDKA juga menarik untuk speculative buy dengan target 2.900 didukung prospek sektor logam yang mulai membaik. Sementara itu, MBMA dapat dipertimbangkan untuk trading buy dengan target 600 karena masih berpotensi memperoleh sentimen positif dari industri nikel dan kendaraan listrik," kata dia.
"Adapun SCMA layak masuk radar speculative buy dengan target 250 setelah menunjukkan indikasi rebound dari fase konsolidasinya," imbuhnya.
Sebab, fokus investor juga masih dapat diarahkan pada sektor perbankan, pertambangan logam, industri, dan media yang berpotensi melanjutkan momentum penguatan, namun tetap dengan disiplin manajemen risiko mengingat arus dana asing masih belum sepenuhnya kembali ke pasar saham Indonesia.
Di tengah kondisi tersebut, Hendra menyimpulkan bahwa strategi yang lebih tepat adalah melakukan selective buying pada saham-saham yang masih memiliki momentum teknikal positif. BRIS layak dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga 1.945, seiring mulai munculnya sinyal akumulasi.
"MDKA juga menarik untuk speculative buy dengan target 2.900 didukung prospek sektor logam yang mulai membaik. Sementara itu, MBMA dapat dipertimbangkan untuk trading buy dengan target 600 karena masih berpotensi memperoleh sentimen positif dari industri nikel dan kendaraan listrik," kata dia.
"Adapun SCMA layak masuk radar speculative buy dengan target 250 setelah menunjukkan indikasi rebound dari fase konsolidasinya," imbuhnya.
Sebab, fokus investor juga masih dapat diarahkan pada sektor perbankan, pertambangan logam, industri, dan media yang berpotensi melanjutkan momentum penguatan, namun tetap dengan disiplin manajemen risiko mengingat arus dana asing masih belum sepenuhnya kembali ke pasar saham Indonesia.
(akr)
Lihat Juga :