Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia

Senin, 06 Juli 2026 - 11:17 WIB
loading...
Ketimpangan Makin Lebar,...
Sebuah paradoks besar sedang terjadi pada perekonomian global. Sepanjang tahun lalu, total kekayaan individu di dunia melonjak drastis hingga 11% jika diukur dalam dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah paradoks besar sedang terjadi pada perekonomian global saat ini. Sepanjang tahun lalu, total kekayaan individu di dunia melonjak drastis hingga 11% jika diukur dalam dolar AS.

Angka tersebut melesat jauh melampaui pertumbuhan dua tahun sebelumnya. Namun jika Anda merasa keuangan Anda begitu-begitu saja atau bahkan makin seret, Anda tidak sendirian.

Baca Juga: Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?

Laporan kekayaan global terbaru dari UBS mengungkapkan realitas pahit, dimana pertumbuhan kekayaan dunia saat ini sangat timpang. Menciptakan jurang pemisah yang semakin menganga antara kelompok The Haves (orang kaya) dan The Have-Nots (masyarakat kelas bawah).

Ilusi Angka: Saat Si Kaya Membuat Semua Orang Terlihat Makmur

Mengapa angka pertumbuhan 11% terasa semu bagi mayoritas populasi bumi? Jawabannya ada pada ketimpangan distribusi. Laporan UBS menunjukkan bahwa 1,5% populasi teratas kini menguasai hampir 50 persen total kekayaan dunia.

Lonjakan kekayaan ini utamanya dinikmati oleh mereka yang sudah memiliki aset di atas USD5 juta, didorong oleh performa pasar keuangan dan bursa saham yang terus meroket. Fenomena ini paling jelas terlihat di Amerika Serikat (AS).



Berdasarkan data periode 2020 hingga 2025, kekayaan rata-rata (average wealth) per orang dewasa di AS melonjak 10% menjadi USD696.277 (sekitar Rp10,7 miliar). Sedangkan kekayaan median (median wealth/titik tengah riil) per orang dewasa justru anjlok 20% ke angka USD68,998 (setara Rp1,06 miliar).

Baca Juga: 10 Orang di Indonesia Lebih Kaya dari 114 Juta Penduduk, Hashim: Termasuk Keluarga Saya

Perbedaan ekstrem antara nilai rata-rata dan nilai median ini menempatkan AS di peringkat ke-6 sebagai negara dengan tingkat ketimpangan kekayaan tertinggi di dunia.

"Kelompok kecil individu yang sangat kaya dapat dengan mudah mendongkrak rata-rata kekayaan suatu negara. Hal ini membuat penduduknya terlihat jauh lebih makmur daripada kondisi aslinya," tulis laporan UBS tersebut.

Tren Pemulihan dan Beban Inflasi

Memasuki tahun 2026, tren ketimpangan ini diproyeksikan belum akan membaik. Ekonomi dunia diyakini sedang bergerak membentuk pola K-Shaped.

Di satu sisi, lengan atas huruf "K" merepresentasikan kelompok kaya yang terus meraup berkah dari booming pasar saham. Di sisi lain, lengan bawah huruf "K" mencerminkan masyarakat berpenghasilan rendah yang harus bertahan hidup di tengah hantaman inflasi, termasuk tingginya harga bahan bakar (BBM) dan kebutuhan pokok.

Kesenjangan yang mencolok inilah yang belakangan memicu gelombang kritik dan sentimen negatif publik terhadap para miliarder dunia.

AI dan Teknologi Masa Depan: Ancaman Baru atau Peluang?

Selain inflasi, kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) yang terus mengguncang berbagai sektor industri kian memperlebar kecemasan publik. Bukan hanya AI, laporan tersebut juga menyoroti lompatan teknologi lain yang sedang mengintai lanskap ekonomi masa depan.

Contohnya yakni fusi nuklir (Energi bersih masa depan), teknologi mRNA (Revolusi medis), hingg Sains Biologi Longevitas (Teknologi memperpanjang usia)

"Teknologi-teknologi ini memang belum sepenuhnya hadir massal, tetapi mereka sedang menuju ke sini, dan tidak ada yang bisa menghentikannya," ujar Joel Mokyr, Profesor Ekonomi dan Sejarah di Northwestern University.

"Begitu mereka tiba, dampaknya terhadap masyarakat dan perekonomian bisa sama atau bahkan lebih masif daripada AI," bebernya

Sisi Terang Lahirnya Jutawan Baru

Meski jurang ketimpangan melebar, laporan UBS ini membawa sedikit angin segar bagi mobilitas vertikal global. Kabar baiknya, persentase penduduk dunia yang berada di kelompok kekayaan paling bawah (memiliki aset di bawah USD10.000) terus menyusut. Pada tahun 2000, hampir 75% populasi dunia berada di kategori ini. Kini, angka tersebut berkurang signifikan menjadi 41%.

Selain itu bagi mereka yang berhasil memanfaatkan momentum ekonomi global, peluang naik kelas menjadi miliarder baru tetap terbuka lebar. Sebagai gambaran, sepanjang tahun lalu saja, AS sukses mencetak lebih dari 1.200 jutawan ( miliarder dalam kurs rupiah) baru setiap harinya.

Apakah Anda akan menjadi salah satu yang ikut tergilas oleh pergeseran teknologi ekonomi ini, atau justru berhasil melompat ke kelompok atas?.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Gara-gara AI, Jumlah...
Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Rekomendasi
Kasus Suap Bupati Suhardiman...
Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing
Nadiem Makarim Laporkan...
Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Kasus Chromebook ke KY, Singgung Dugaan Manipulasi Fakta Sidang
Mau Liburan Lebih Berkesan?...
Mau Liburan Lebih Berkesan? Ini 5 Travel Essential yang Wajib Masuk Koper
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
Bayar Pajak Kendaraan...
Bayar Pajak Kendaraan Bisa di PRJ 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved