OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Senin, 06 Juli 2026 - 21:01 WIB
loading...
Harga minyak dunia turun lebih dari 1% setelah OPEC+ memutuskan menaikkan target produksi mulai Agustus 2026. FOTO/AP
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak dunia turun lebih dari 1% setelah kelompok negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan menaikkan target produksi mulai Agustus 2026. Keputusan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi peningkatan pasokan global di tengah permintaan yang masih berfluktuasi.
"Harga minyak turun lebih dari 1% setelah OPEC+ menaikkan target produksi Agustus," dikutip dari laporan Reuters pada Senin (6/7/2026).
Pada perdagangan Senin pagi, harga minyak mentah Brent turun USD1,02 atau 1,41% menjadi USD71,10 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah USD0,80 atau 1,16% ke level USD67,89 per barel.
Baca Juga: Hengkang dari OPEC, UEA Gandakan Kapasitas Ekspor Minyak di 2027
Pergerakan harga minyak dalam sepekan terakhir relatif terbatas setelah sebelumnya mengalami tekanan selama beberapa pekan akibat kekhawatiran pasokan dan perkembangan geopolitik global.
Sebanyak tujuh negara anggota OPEC+, yakni Aljazair, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Oman, Rusia, dan Arab Saudi, menggelar pertemuan virtual pada 5 Juli 2026 untuk mengevaluasi kondisi pasar minyak dunia.
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota menyepakati penyesuaian produksi sebesar 188 ribu barel per hari sebagai bagian dari perubahan sukarela tambahan yang sebelumnya diumumkan pada April 2023.
OPEC+ menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasar minyak global. Kelompok itu juga menegaskan komitmen untuk terus memantau kepatuhan anggota terhadap target produksi, termasuk kompensasi atas kelebihan produksi sejak Januari 2024.
Pertemuan evaluasi pasar dan target produksi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2026. OPEC+ menyebut pengawasan implementasi kebijakan akan dilakukan melalui Joint Ministerial Monitoring Committee.
Baca Juga: KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Sementara itu, pasokan minyak global juga tercatat meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor minyak Teluk pada Juni naik lebih dari 3 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya dan melampaui 10 juta barel per hari, meski masih berada sekitar 40% di bawah level sebelum konflik geopolitik terbaru.
Selain itu, pengiriman minyak Rusia dari pelabuhan barat mencapai level tertinggi pada Juni dan diperkirakan tetap tinggi pada Juli. Kondisi tersebut turut memperkuat sentimen pasar terhadap potensi melimpahnya pasokan minyak dunia dalam waktu dekat.
"Harga minyak turun lebih dari 1% setelah OPEC+ menaikkan target produksi Agustus," dikutip dari laporan Reuters pada Senin (6/7/2026).
Pada perdagangan Senin pagi, harga minyak mentah Brent turun USD1,02 atau 1,41% menjadi USD71,10 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah USD0,80 atau 1,16% ke level USD67,89 per barel.
Baca Juga: Hengkang dari OPEC, UEA Gandakan Kapasitas Ekspor Minyak di 2027
Pergerakan harga minyak dalam sepekan terakhir relatif terbatas setelah sebelumnya mengalami tekanan selama beberapa pekan akibat kekhawatiran pasokan dan perkembangan geopolitik global.
Sebanyak tujuh negara anggota OPEC+, yakni Aljazair, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Oman, Rusia, dan Arab Saudi, menggelar pertemuan virtual pada 5 Juli 2026 untuk mengevaluasi kondisi pasar minyak dunia.
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota menyepakati penyesuaian produksi sebesar 188 ribu barel per hari sebagai bagian dari perubahan sukarela tambahan yang sebelumnya diumumkan pada April 2023.
OPEC+ menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasar minyak global. Kelompok itu juga menegaskan komitmen untuk terus memantau kepatuhan anggota terhadap target produksi, termasuk kompensasi atas kelebihan produksi sejak Januari 2024.
Pertemuan evaluasi pasar dan target produksi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2026. OPEC+ menyebut pengawasan implementasi kebijakan akan dilakukan melalui Joint Ministerial Monitoring Committee.
Baca Juga: KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Sementara itu, pasokan minyak global juga tercatat meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor minyak Teluk pada Juni naik lebih dari 3 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya dan melampaui 10 juta barel per hari, meski masih berada sekitar 40% di bawah level sebelum konflik geopolitik terbaru.
Selain itu, pengiriman minyak Rusia dari pelabuhan barat mencapai level tertinggi pada Juni dan diperkirakan tetap tinggi pada Juli. Kondisi tersebut turut memperkuat sentimen pasar terhadap potensi melimpahnya pasokan minyak dunia dalam waktu dekat.
(nng)
Lihat Juga :