Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Selasa, 07 Juli 2026 - 20:59 WIB
loading...
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatatkan produksi awal Sumur LLA-5. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatatkan produksi awal Sumur LLA-5 di Lapangan LLA, perairan utara Jawa Barat, mencapai 780 barel minyak per hari atau lebih dari dua kali lipat target awal sebesar 300 barel per hari. Capaian tersebut memperkuat prospek pengembangan cadangan migas di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat sekaligus mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengatakan keberhasilan Sumur LLA-5 menunjukkan potensi cadangan migas di Lapangan LLA masih menjanjikan untuk terus dikembangkan. "Keberhasilan pengeboran di Sumur LLA-5 ini menjadi bukti nyata bahwa potensi cadangan di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat masih sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Ini menjadi modal kuat bagi kami untuk melanjutkan program pengeboran berikutnya, dengan Sumur LLA-7," kata Muzwir dalam pernyataannya, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Hasil Efisiensi, PHE ONWJ Cetak Produksi Minyak Murni 1.321 BOPD
Sumur LLA-5 mulai berproduksi pada 26 Juni 2026 setelah PHE ONWJ mereaktivasi Lapangan LLA yang sempat tidak mengalami aktivitas pengeboran baru selama 24 tahun. Sebelumnya, perusahaan juga telah berhasil mengoperasikan Sumur LLA-6 sebagai bagian dari program pengeboran dua sumur baru yang dimulai sejak awal 2026.
Selain melampaui target produksi, minyak mentah yang dihasilkan Sumur LLA-5 memiliki kualitas baik dengan kandungan air sekitar tiga persen. Saat ini sumur masih berada pada tahap clean-up atau pembersihan awal sehingga laju produksi masih berpotensi meningkat. PHE ONWJ menyebut proses pengeboran sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan. Namun, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan selamat selama 67 hari operasi sejak akhir April 2026, mencatatkan lebih dari 84.000 jam kerja tanpa kecelakaan.
Baca Juga: Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Tambahan produksi dari Lapangan LLA diharapkan dapat membantu menopang produksi minyak nasional, terutama di tengah tren penurunan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field). Keberhasilan tersebut juga menjadi landasan bagi PHE ONWJ untuk melanjutkan pengembangan lapangan melalui pengeboran Sumur LLA-7.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengatakan keberhasilan Sumur LLA-5 menunjukkan potensi cadangan migas di Lapangan LLA masih menjanjikan untuk terus dikembangkan. "Keberhasilan pengeboran di Sumur LLA-5 ini menjadi bukti nyata bahwa potensi cadangan di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat masih sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Ini menjadi modal kuat bagi kami untuk melanjutkan program pengeboran berikutnya, dengan Sumur LLA-7," kata Muzwir dalam pernyataannya, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Hasil Efisiensi, PHE ONWJ Cetak Produksi Minyak Murni 1.321 BOPD
Sumur LLA-5 mulai berproduksi pada 26 Juni 2026 setelah PHE ONWJ mereaktivasi Lapangan LLA yang sempat tidak mengalami aktivitas pengeboran baru selama 24 tahun. Sebelumnya, perusahaan juga telah berhasil mengoperasikan Sumur LLA-6 sebagai bagian dari program pengeboran dua sumur baru yang dimulai sejak awal 2026.
Selain melampaui target produksi, minyak mentah yang dihasilkan Sumur LLA-5 memiliki kualitas baik dengan kandungan air sekitar tiga persen. Saat ini sumur masih berada pada tahap clean-up atau pembersihan awal sehingga laju produksi masih berpotensi meningkat. PHE ONWJ menyebut proses pengeboran sempat menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan. Namun, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan selamat selama 67 hari operasi sejak akhir April 2026, mencatatkan lebih dari 84.000 jam kerja tanpa kecelakaan.
Baca Juga: Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Tambahan produksi dari Lapangan LLA diharapkan dapat membantu menopang produksi minyak nasional, terutama di tengah tren penurunan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field). Keberhasilan tersebut juga menjadi landasan bagi PHE ONWJ untuk melanjutkan pengembangan lapangan melalui pengeboran Sumur LLA-7.
(nng)
Lihat Juga :