Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Rabu, 08 Juli 2026 - 19:55 WIB
loading...
Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dinamika pasar global sepanjang Juni 2026 mendorong peningkatan aktivitas perdagangan sejumlah komoditas strategis di Jakarta Futures Exchange (JFX), terutama produk Olein dan Timah Ekspor. Di tengah gejolak geopolitik, perubahan pasokan global, dan fluktuasi harga energi, nilai transaksi Olein menembus lebih dari Rp7,3 triliun, sementara perdagangan Timah Ekspor mencapai Rp2,6 triliun.
"Peningkatan aktivitas perdagangan ini menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha. Perubahan harga justru membuka ruang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui bursa," ujar Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya, seperti dikutip pada Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Torehkan Kinerja Positif, JFX Bukukan Transaksi 14,71 Juta Lot di 2023
Yazid mengatakan perdagangan Timah Ekspor menjadi salah satu produk yang mencatatkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Volume transaksi yang sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7–13 Juni melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21–27 Juni.
Kenaikan volume tersebut diikuti peningkatan nilai transaksi dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, sebelum mencapai sekitar Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara akumulatif, nilai transaksi Timah Ekspor sepanjang Juni mencapai Rp2,6 triliun.
Menurut Yazid, peningkatan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, aktivitas perdagangan terdorong oleh terbitnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi sejumlah smelter dengan volume produksi yang cukup besar. Sementara dari pasar internasional, koreksi harga timah dimanfaatkan pembeli untuk meningkatkan pasokan dari Indonesia.
Ia menambahkan, fundamental pasar timah global masih dipengaruhi ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan semikonduktor. Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia yang akan berperan dalam tata kelola ekspor komoditas juga mulai menjadi perhatian pelaku pasar.
Selain timah, produk Olein juga mencatat pertumbuhan transaksi yang konsisten sepanjang Juni. Volume perdagangan meningkat selama tiga pekan berturut-turut dari sekitar 6.200 lot pada awal bulan menjadi 27.000 lot pada pekan terakhir. Nilai transaksi pun naik dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun, sehingga secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni.
Dia menjelaskan, peningkatan transaksi Olein dipicu oleh gejolak harga di pasar energi global. Redanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah dunia sekitar 10 persen, yang kemudian memengaruhi pergerakan harga crude palm oil (CPO) dan olein di pasar internasional maupun domestik.
"Nasabah melihat gejolak harga Olein sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, baik untuk memperoleh manfaat dari pergerakan harga maupun sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun
Menurut Yazid, aktivitas perdagangan selama Juni menunjukkan mekanisme bursa semakin relevan di tengah perubahan pasar komoditas global yang berlangsung cepat. Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga bertambah sehingga bursa memberikan sarana perdagangan yang transparan dan fleksibel bagi pelaku pasar untuk merespons perubahan harga sekaligus mengelola eksposur risiko.
Selain Timah dan Olein, sejumlah produk lain di JFX juga menunjukkan dinamika positif. Produk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) mencatat kenaikan nilai transaksi sebesar 67,4 persen pada pekan terakhir Juni meski volume sempat menurun, didorong peningkatan harga rata-rata transaksi sebesar 107,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, transaksi Emas Digital, baik off exchange maupun on exchange, tetap bergerak dinamis sepanjang Juni, mencerminkan karakteristik masing-masing instrumen dalam merespons perubahan sentimen pasar sekaligus menyediakan alternatif pengelolaan risiko bagi pelaku usaha dan investor.
"Peningkatan aktivitas perdagangan ini menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha. Perubahan harga justru membuka ruang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui bursa," ujar Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya, seperti dikutip pada Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Torehkan Kinerja Positif, JFX Bukukan Transaksi 14,71 Juta Lot di 2023
Yazid mengatakan perdagangan Timah Ekspor menjadi salah satu produk yang mencatatkan peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Volume transaksi yang sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7–13 Juni melonjak menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali meningkat menjadi 1.280 ton pada periode 21–27 Juni.
Kenaikan volume tersebut diikuti peningkatan nilai transaksi dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, sebelum mencapai sekitar Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni. Secara akumulatif, nilai transaksi Timah Ekspor sepanjang Juni mencapai Rp2,6 triliun.
Menurut Yazid, peningkatan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, aktivitas perdagangan terdorong oleh terbitnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi sejumlah smelter dengan volume produksi yang cukup besar. Sementara dari pasar internasional, koreksi harga timah dimanfaatkan pembeli untuk meningkatkan pasokan dari Indonesia.
Ia menambahkan, fundamental pasar timah global masih dipengaruhi ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan semikonduktor. Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia yang akan berperan dalam tata kelola ekspor komoditas juga mulai menjadi perhatian pelaku pasar.
Selain timah, produk Olein juga mencatat pertumbuhan transaksi yang konsisten sepanjang Juni. Volume perdagangan meningkat selama tiga pekan berturut-turut dari sekitar 6.200 lot pada awal bulan menjadi 27.000 lot pada pekan terakhir. Nilai transaksi pun naik dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun, sehingga secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp7,3 triliun sepanjang Juni.
Dia menjelaskan, peningkatan transaksi Olein dipicu oleh gejolak harga di pasar energi global. Redanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran melalui Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah dunia sekitar 10 persen, yang kemudian memengaruhi pergerakan harga crude palm oil (CPO) dan olein di pasar internasional maupun domestik.
"Nasabah melihat gejolak harga Olein sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, baik untuk memperoleh manfaat dari pergerakan harga maupun sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun
Menurut Yazid, aktivitas perdagangan selama Juni menunjukkan mekanisme bursa semakin relevan di tengah perubahan pasar komoditas global yang berlangsung cepat. Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga bertambah sehingga bursa memberikan sarana perdagangan yang transparan dan fleksibel bagi pelaku pasar untuk merespons perubahan harga sekaligus mengelola eksposur risiko.
Selain Timah dan Olein, sejumlah produk lain di JFX juga menunjukkan dinamika positif. Produk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) mencatat kenaikan nilai transaksi sebesar 67,4 persen pada pekan terakhir Juni meski volume sempat menurun, didorong peningkatan harga rata-rata transaksi sebesar 107,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, transaksi Emas Digital, baik off exchange maupun on exchange, tetap bergerak dinamis sepanjang Juni, mencerminkan karakteristik masing-masing instrumen dalam merespons perubahan sentimen pasar sekaligus menyediakan alternatif pengelolaan risiko bagi pelaku usaha dan investor.
(nng)
Lihat Juga :