Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk

Kamis, 09 Juli 2026 - 07:48 WIB
loading...
Serangan Drone Ukraina...
Sebuah ironi sedang melanda salah satu negara penguasa cadangan energi terbesar di dunia yakni Rusia, usai larangan total ekspor diesel. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sebuah ironi sedang melanda salah satu negara penguasa cadangan energi terbesar di dunia yakni Rusia . Di tengah statusnya sebagai raksasa eksportir minyak dunia, pemerintahan Vladimir Putin secara mengejutkan resmi mengumumkan larangan total ekspor diesel dan terpaksa mulai mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri.

Langkah darurat ini diambil setelah kelangkaan BBM di dalam negeri Rusia semakin memburuk hingga memicu antrean kendaraan yang mengular panjang di berbagai pom bensin seperti dilansir kantor berita DPA.

Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia

Dalam rapat sektor energi yang dipimpin langsung oleh Presiden Vladimir Putin, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak blak-blakan mengakui bahwa situasi pasar bahan bakar di Rusia saat ini berada dalam kondisi yang 'sangat menantang'.

Baca Juga: 4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit

"Hari ini, larangan ekspor bahan bakar diesel resmi diberlakukan. Langkah ini diambil agar kami bisa mengalihkan seluruh pasokan demi mendongkrak pasar domestik," ujar Novak dalam siaran resminya.



Guna menjaga kelangsungan produksi, Moskow bahkan terpaksa menunda seluruh jadwal perawatan berkala di kilang-kilang minyak mereka yang masih tersisa. Meski begitu Putin berulang kali menegaskan bahwa krisis ini hanya bersifat sementara, data di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Krisis energi ini merupakan dampak langsung dari gelombang serangan pesawat tanpa awak ( drone ) dan rudal Ukraina yang secara presisi menghantam dan melumpuhkan jaringan kilang minyak utama di seantero Rusia, dalam beberapa bulan terakhir.

Dari Pom Bensin Kosong hingga Sistem Jatah (Rasionalisasi)

Apa yang awalnya dimulai sebagai kelangkaan BBM lokal di Semenanjung Krimea, kini telah bermutasi menjadi krisis nasional yang menyebar ke hampir seluruh wilayah Rusia. Baca Juga: Drone Ukraina Hancurkan Kilang Minyak Rusia

Sebelumnya Moskow telah memberlakukan larangan ekspor bensin (gasoline) pada April lalu. Namun kebijakan itu gagal membendung krisis. Banyak pom bensin independen di Rusia dilaporkan telah kehabisan stok, sementara sebagian lainnya terpaksa menerapkan sistem jatah (rasionalisasi) ketat kepada para pengendara.

Kondisi ini kian diperparah oleh lonjakan permintaan musiman (seasonal demand) akibat dimulainya musim panen raya yang membutuhkan mesin-mesin diesel berat, serta tingginya konsumsi harian masyarakat.

Perintah Tegas Putin: Larang Perusahaan Minyak Timbun Stok

Melihat situasi dalam negeri yang mulai dibayangi kepanikan, Vladimir Putin menuduh Ukraina sengaja mengincar infrastruktur energi untuk merusak ekonomi Rusia dan menciptakan kekacauan sosial.

Putin mengklaim bahwa Rusia sebenarnya memiliki salah satu bantalan pasokan (supply buffer) energi terbesar di dunia. Berdasarkan klaim tersebut, ia mengeluarkan dekret tegas yang melarang perusahaan-perusahaan minyak raksasa Rusia menimbun surplus bahan bakar hanya untuk jaringan pom bensin mereka sendiri. Mereka diwajibkan membagi pasokan tersebut secara merata kepada pengecer independen.

Langkah nekat Rusia yang berbalik menjadi importir BBM ini diprediksi para pengamat bakal mengubah dinamika pasar komoditas energi global, mengingat diesel Rusia selama ini menjadi andalan rantai pasok banyak negara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
Rekomendasi
Waspada! Olahraga Berlebihan...
Waspada! Olahraga Berlebihan Ternyata Bisa Mengganggu Siklus Haid
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved