Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
Jum'at, 10 Juli 2026 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A

Di sisi lain, tantangan ini tidak selalu disebabkan oleh kurangnya pemahaman bahasa Inggris. Banyak profesional sebenarnya telah memahami bahasa Inggris, namun belum percaya diri menggunakannya dalam situasi kerja nyata.
Baca Juga: Kemampuan Bahasa Asing Pekerja Indonesia Masih Jadi Kendala untuk Bekerja di Luar Negeri
Kesenjangan antara memahami dan mampu berkomunikasi secara efektif dapat membatasi produktivitas, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Karena itu, pengembangan kemampuan komunikasi dan bahasa Inggris perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan talenta perusahaan untuk meningkatkan Global Workforce Readiness, dimana karyawan mampu menjadi pemimpin dan mampu menghadapi dinamika bisnis tingkat global serta memaksimalkan nilai bisnis yang dihasilkan dari transformasi digital.
“Di era AI, kesiapan organisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan talenta untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan memanfaatkannya secara efektif. Karena itu, investasi pada pengembangan keterampilan menjadi kunci untuk membangun organisasi yang lebih siap menghadapi perubahan serta meningkatkan Global Workforce Readiness," ujar Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful.
ELSA Business melalui ELSA Enterprise AI Learning Agent, platform yang menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang dipersonalisasi sesuai dengan peran, kebutuhan, dan konteks pekerjaan setiap karyawan. Dengan memanfaatkan AI coach dan simulasi berbasis real-world business scenario, peserta dapat berlatih komunikasi profesional dalam situasi yang relevan dengan pekerjaan sehari-hari.
Selain memberikan pengalaman belajar yang lebih praktis dan fleksibel, platform ini juga dilengkapi dashboard analitik yang memungkinkan perusahaan memantau perkembangan secara real-time. Pendekatan berbasis AI ini membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi, sekaligus mendukung kesiapan talenta untuk beradaptasi dan berkembang di era AI.
Lihat Juga :