IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Jum'at, 10 Juli 2026 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan Dana Moneter Internasional (IMF) yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026 dan meningkat menjadi 5,1% pada 2027.
Baca Juga: Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% untuk 2026 dan 2027, meski angka tersebut masih berada di bawah target pemerintah sebesar 5,4% dalam APBN 2026. Di sisi lain, kenaikan penjualan mobil nasional pada semester I-2026 dinilai belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya daya beli masyarakat karena pemulihan konsumsi rumah tangga masih berlangsung secara bertahap.
Untuk perdagangan selanjutnya, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp18.060 hingga Rp18.110 per dolar AS. Dalam sepekan ke depan, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp17.870 hingga Rp18.300 per dolar AS, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga global.
Baca Juga: Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% untuk 2026 dan 2027, meski angka tersebut masih berada di bawah target pemerintah sebesar 5,4% dalam APBN 2026. Di sisi lain, kenaikan penjualan mobil nasional pada semester I-2026 dinilai belum sepenuhnya mencerminkan pulihnya daya beli masyarakat karena pemulihan konsumsi rumah tangga masih berlangsung secara bertahap.
Untuk perdagangan selanjutnya, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp18.060 hingga Rp18.110 per dolar AS. Dalam sepekan ke depan, nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp17.870 hingga Rp18.300 per dolar AS, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga global.
(nng)
Lihat Juga :