Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?

Senin, 13 Juli 2026 - 19:32 WIB
loading...
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Peta tempat tinggal kaum Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) atau para miliarder dunia sedang mengalami pergeseran ekstrem. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Peta tempat tinggal kaum Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) atau para miliarder dunia sedang mengalami pergeseran ekstrem. Aturan pajak baru yang mencekik di negara-negara barat memicu eksodus massal para bos teknologi dan konglomerat global.

Mereka berbondong-bondong mengosongkan rumah lama mereka demi memburu suaka pajak baru yang lebih ramah kantong. Berdasarkan Wealth Report terbaru yang dirilis oleh lembaga konsultan properti global Knight Frank, negara-negara seperti Inggris, China, India, Korea Selatan, Rusia, dan Brasil tercatat sebagai wilayah yang paling cepat kehilangan penduduk super-kayanya.

Aturan Pajak Mencekik Jadi Biang Kerok Utama

Mengapa fenomena ini terjadi? Jawabannya adalah perubahan regulasi keuangan yang radikal di dua pusat ekonomi dunia. Di Amerika Serikat, rencana penerapan pajak miliarder (billionaires tax) di California membuat para pendiri raksasa teknologi gerah.

Nama-nama besar seperti Mark Zuckerberg, Larry Page, Peter Thiel, Ken Griffin, hingga Sergey Brin memilih angkat kaki dari California. Mereka kompak memindahkan basis mereka ke Miami, Florida, dengan memborong perkebunan dan rumah mewah senilai USD18 juta hingga USD170 juta.

Baca Juga: Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?

Selain itu di Inggris, pemerintah London resmi menghapus status pajak non-domiciled (yang sebelumnya membebaskan warga asing dari pajak atas pendapatan di luar Inggris). Langkah ini langsung mengusir para miliarder penghuni London, termasuk magnet pelayaran John Fredriksen, investor Christian Angermayer, hingga pemilik klub sepak bola Aston Villa, Nassef Sawiris.


Selera Investasi Berubah: Tinggalkan Wiski Langka, Buru Lukisan

Laporan Knight Frank juga mendeteksi perubahan mencolok pada cara kaum jetset membelanjakan sisa uang tunai mereka. Setelah dua tahun mengalami penurunan, pasar barang koleksi mewah (luxury collectibles) akhirnya kembali stabil karena pergeseran tren yang drastis.

Para kolektor kelas kakap dilaporkan mulai berhenti membeli wiski langka, minuman anggur premium (fine wine), dan mobil antik. Indeks Historic Automobile Group International (HAGI) mencatat pasar mobil klasik global menyusut 3,7%, sementara indeks perdagangan anggur London turun 2,5% (anjlok hingga 24,7% sejak 2022).

Baca Juga: Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia

Sebagai gantinya, dana raksasa tersebut dialihkan untuk berburu jam tangan mewah serta mahakarya seni rupa aliran impresionis dan modern. Kebangkitan pasar seni ini dibuktikan lewat penjualan lukisan legendaris karya Gustav Klimt bertajuk "Portrait of Elisabeth Lederer".

Semula rumah lelang Sotheby's memproyeksikan lukisan ini laku di angka USD150 juta, namun jatuh ke tangan kolektor misterius dengan harga fantastis USD236,3 juta (setara Rp3,7 triliun).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Rekomendasi
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
Princes Rules Broken?!,...
Prince's Rules Broken?!, Microdrama Time Traveling Terbaru di V+Short
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Kucing Caracal, Hewan...
Kucing Caracal, Hewan Unik dan Eksotis yang Diminati Orang Kaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved