Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Selasa, 14 Juli 2026 - 08:06 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengalihkan sebagian besar keuntungan yang diperolehnya dari bisnis aset kripto ke instrumen investasi yang lebih konvensional, seperti saham dan obligasi. Langkah tersebut terungkap dalam laporan keuangan terbaru yang disampaikan kepada Kantor Etik Pemerintah Amerika Serikat (Office of Government Ethics).
"Meski Presiden berbicara mengenai aset digital sebagai masa depan sistem keuangan dan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dokumen pengungkapan ini menunjukkan strategi pribadinya adalah memperoleh keuntungan cepat dari kripto, lalu menginvestasikan laba tersebut ke aset tradisional seperti saham dan obligasi," kata Direktur Digital Assets Policy Project di Harvard Kennedy School, Timothy Massad dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Berdasarkan analisis Reuters terhadap dokumen pengungkapan keuangan Trump selama dua tahun terakhir, presiden dari Partai Republik itu menerima lebih dari USD1,4 miliar pada 2025 dari berbagai proyek kripto milik keluarganya, termasuk World Liberty Financial dan koin meme Trump.
Seiring derasnya pemasukan dari bisnis kripto tersebut, nilai portofolio saham dan obligasi Trump meningkat sedikitnya empat kali lipat. Pada akhir 2025, kepemilikan saham dan obligasinya diperkirakan berada di kisaran USD703 juta hingga USD2,6 miliar, meningkat dibandingkan kisaran USD225 juta hingga USD608 juta pada akhir 2024. Dokumen tersebut hanya mencantumkan kisaran nilai aset sehingga besaran pasti alokasi dana tidak dapat dipastikan.
Sejumlah pakar aset digital yang menelaah laporan Reuters menilai pola investasi tersebut menunjukkan bahwa Trump tidak menjadikan aset kripto sebagai tempat utama menyimpan kekayaannya. Selain tetap mempertahankan sebagian aset kripto, Trump juga tidak melaporkan pembelian saham di dua perusahaan kripto terbuka yang didukung putranya, Eric Trump dan Donald Trump Jr.
Laporan keuangan itu juga menunjukkan Trump masih memiliki sekitar 15,75 miliar token tata kelola World Liberty Financial dengan nilai lebih dari USD50 juta. Token tersebut diterimanya sebagai kompensasi atas perannya sebagai salah satu pendiri perusahaan, dengan ketentuan periode kepemilikan yang lebih panjang sebelum dapat dijual dibandingkan investor umum.
Selain itu, perusahaan-perusahaan Trump yang mengelola kepentingannya di World Liberty Financial dan proyek koin meme Trump tercatat memiliki sedikitnya USD160 juta dalam bentuk bitcoin dan ether, serta hingga USD6 juta dalam aset digital lainnya pada akhir 2025. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan kepemilikan ether senilai USD1 juta hingga USD5 juta yang dilaporkan pada akhir 2024.
Juru bicara Trump Organization menyatakan laporan keuangan tersebut menunjukkan perusahaan keluarga Trump tetap memiliki posisi keuangan yang kuat dengan aset bernilai tinggi, likuiditas yang besar, serta neraca yang konservatif. Namun, pihaknya tidak menjelaskan alasan Trump mengalihkan sebagian keuntungan dari kripto ke saham dan obligasi.
Baca Juga: Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan seluruh aset Presiden Trump ditempatkan dalam rekening yang dikelola secara independen oleh lembaga keuangan pihak ketiga. Adapun juru bicara World Liberty, David Wachsman, menegaskan perusahaannya dibangun untuk jangka panjang dan meyakini masa depan layanan keuangan akan ditopang oleh teknologi aset digital.
Di sisi lain, Reuters sebelumnya melaporkan investor ritel pada empat proyek kripto yang didukung Trump telah mengalami kerugian sekitar USD2,3 miliar hingga April. Meski demikian, Eric Trump masih aktif mempromosikan bitcoin sebagai "aset terbesar di era modern" dan meyakini nilainya dapat menembus USD1 juta, seraya menyatakan ayahnya memiliki keyakinan kuat terhadap prospek aset digital.
"Meski Presiden berbicara mengenai aset digital sebagai masa depan sistem keuangan dan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dokumen pengungkapan ini menunjukkan strategi pribadinya adalah memperoleh keuntungan cepat dari kripto, lalu menginvestasikan laba tersebut ke aset tradisional seperti saham dan obligasi," kata Direktur Digital Assets Policy Project di Harvard Kennedy School, Timothy Massad dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Berdasarkan analisis Reuters terhadap dokumen pengungkapan keuangan Trump selama dua tahun terakhir, presiden dari Partai Republik itu menerima lebih dari USD1,4 miliar pada 2025 dari berbagai proyek kripto milik keluarganya, termasuk World Liberty Financial dan koin meme Trump.
Seiring derasnya pemasukan dari bisnis kripto tersebut, nilai portofolio saham dan obligasi Trump meningkat sedikitnya empat kali lipat. Pada akhir 2025, kepemilikan saham dan obligasinya diperkirakan berada di kisaran USD703 juta hingga USD2,6 miliar, meningkat dibandingkan kisaran USD225 juta hingga USD608 juta pada akhir 2024. Dokumen tersebut hanya mencantumkan kisaran nilai aset sehingga besaran pasti alokasi dana tidak dapat dipastikan.
Sejumlah pakar aset digital yang menelaah laporan Reuters menilai pola investasi tersebut menunjukkan bahwa Trump tidak menjadikan aset kripto sebagai tempat utama menyimpan kekayaannya. Selain tetap mempertahankan sebagian aset kripto, Trump juga tidak melaporkan pembelian saham di dua perusahaan kripto terbuka yang didukung putranya, Eric Trump dan Donald Trump Jr.
Laporan keuangan itu juga menunjukkan Trump masih memiliki sekitar 15,75 miliar token tata kelola World Liberty Financial dengan nilai lebih dari USD50 juta. Token tersebut diterimanya sebagai kompensasi atas perannya sebagai salah satu pendiri perusahaan, dengan ketentuan periode kepemilikan yang lebih panjang sebelum dapat dijual dibandingkan investor umum.
Selain itu, perusahaan-perusahaan Trump yang mengelola kepentingannya di World Liberty Financial dan proyek koin meme Trump tercatat memiliki sedikitnya USD160 juta dalam bentuk bitcoin dan ether, serta hingga USD6 juta dalam aset digital lainnya pada akhir 2025. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan kepemilikan ether senilai USD1 juta hingga USD5 juta yang dilaporkan pada akhir 2024.
Juru bicara Trump Organization menyatakan laporan keuangan tersebut menunjukkan perusahaan keluarga Trump tetap memiliki posisi keuangan yang kuat dengan aset bernilai tinggi, likuiditas yang besar, serta neraca yang konservatif. Namun, pihaknya tidak menjelaskan alasan Trump mengalihkan sebagian keuntungan dari kripto ke saham dan obligasi.
Baca Juga: Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Sementara itu, Gedung Putih menyatakan seluruh aset Presiden Trump ditempatkan dalam rekening yang dikelola secara independen oleh lembaga keuangan pihak ketiga. Adapun juru bicara World Liberty, David Wachsman, menegaskan perusahaannya dibangun untuk jangka panjang dan meyakini masa depan layanan keuangan akan ditopang oleh teknologi aset digital.
Di sisi lain, Reuters sebelumnya melaporkan investor ritel pada empat proyek kripto yang didukung Trump telah mengalami kerugian sekitar USD2,3 miliar hingga April. Meski demikian, Eric Trump masih aktif mempromosikan bitcoin sebagai "aset terbesar di era modern" dan meyakini nilainya dapat menembus USD1 juta, seraya menyatakan ayahnya memiliki keyakinan kuat terhadap prospek aset digital.
(nng)
Lihat Juga :