Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Rabu, 15 Juli 2026 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah pelaku industri pelayaran mengaku terkejut dengan pengumuman tersebut. Hampir selusin pihak yang terlibat di pasar pengiriman, termasuk operator kapal tanker yang baru melintasi Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir, mengatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana pengenaan tarif tersebut.
Mereka menilai masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana kebijakan itu akan memengaruhi keputusan perusahaan pelayaran dalam melintasi Selat Hormuz. Seorang nakhoda kapal tanker yang enggan disebutkan namanya bahkan menyamakan usulan tarif tersebut dengan praktik "perampokan di jalan raya" karena dinilai membebani perdagangan internasional.
Persaingan memperebutkan kendali atas Selat Hormuz kembali memanas setelah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran dilaporkan runtuh. Jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital karena menjadi lintasan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi usulan Trump melalui media sosial dengan menyatakan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz memang layak memperoleh kompensasi. Namun, menurutnya tarif 20% terlalu tinggi. "Kami akan bersikap adil," ujar Araghchi.
Mereka menilai masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana kebijakan itu akan memengaruhi keputusan perusahaan pelayaran dalam melintasi Selat Hormuz. Seorang nakhoda kapal tanker yang enggan disebutkan namanya bahkan menyamakan usulan tarif tersebut dengan praktik "perampokan di jalan raya" karena dinilai membebani perdagangan internasional.
Persaingan memperebutkan kendali atas Selat Hormuz kembali memanas setelah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran dilaporkan runtuh. Jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital karena menjadi lintasan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi usulan Trump melalui media sosial dengan menyatakan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz memang layak memperoleh kompensasi. Namun, menurutnya tarif 20% terlalu tinggi. "Kami akan bersikap adil," ujar Araghchi.
(nng)
Lihat Juga :