Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:53 WIB
loading...
Trump Minta Tarif 20%...
Amerika Serikat meminta pungutan sebesar 20% atas seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. FOTO/Bloomberg News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta pungutan sebesar 20% atas seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz setelah kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran di jalur pelayaran strategis tersebut. Berdasarkan harga minyak saat ini, tarif tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD30 juta atau sekitar Rp541 miliar setiap supertanker bermuatan penuh.

"AS akan menjadi penjaga Selat Hormuz dan, demi keadilan, akan menerima penggantian biaya sebesar 20% atas seluruh kargo yang dikirim melalui jalur tersebut," ujar Trump dalam pernyataannya dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/7/2026).

Baca Juga: AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz

Perhitungan tersebut didasarkan pada harga minyak sekitar USD80 per barel. Satu kapal supertanker umumnya mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah, sehingga nilai muatannya mencapai sekitar USD160 juta. Dengan skema yang diusulkan Trump, biaya yang harus dibayarkan mencapai sekitar USD30 juta untuk setiap pelayaran.



Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pungutan yang sebelumnya diberlakukan Iran. Menurut sejumlah sumber yang mengetahui kebijakan tersebut, Iran selama ini hanya mengenakan biaya hingga sekitar USD2 juta per pelayaran secara insidental kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun hingga kini Gedung Putih belum memberikan rincian mengenai mekanisme penerapan tarif tersebut, termasuk cara penagihannya maupun apakah kebijakan itu telah dikomunikasikan kepada negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.

Baca Juga: AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%

Sejumlah pelaku industri pelayaran mengaku terkejut dengan pengumuman tersebut. Hampir selusin pihak yang terlibat di pasar pengiriman, termasuk operator kapal tanker yang baru melintasi Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir, mengatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana pengenaan tarif tersebut.

Mereka menilai masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana kebijakan itu akan memengaruhi keputusan perusahaan pelayaran dalam melintasi Selat Hormuz. Seorang nakhoda kapal tanker yang enggan disebutkan namanya bahkan menyamakan usulan tarif tersebut dengan praktik "perampokan di jalan raya" karena dinilai membebani perdagangan internasional.

Persaingan memperebutkan kendali atas Selat Hormuz kembali memanas setelah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran dilaporkan runtuh. Jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital karena menjadi lintasan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi usulan Trump melalui media sosial dengan menyatakan bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz memang layak memperoleh kompensasi. Namun, menurutnya tarif 20% terlalu tinggi. "Kami akan bersikap adil," ujar Araghchi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Rekomendasi
Tangis Mbappe dan Kutukan...
Tangis Mbappe dan Kutukan Semifinal yang Belum Berakhir
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Menhut Dinilai Punya...
Menhut Dinilai Punya Peran Sentral dalam Menjaga Kredibilitas Karbon Hutan
Berita Terkini
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Infografis
Ronaldo Minta Rp10,2...
Ronaldo Minta Rp10,2 Miliar Per Minggu Jika Gabung Man City
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved