TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
Rabu, 15 Juli 2026 - 13:47 WIB
loading...
Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, meraih predikat pelabuhan terbaik nasional. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, meraih predikat pelabuhan terbaik nasional dalam asesmen Green and Smart Port pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan perusahaan menerapkan pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan, efisien, dan berbasis digital untuk mendukung sistem logistik nasional.
"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam keterangan pers, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Hal itu disampaikan saat menyerahkan penghargaan GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (15/7/2026). Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port, TUKS Petrokimia Gresik memperoleh nilai akhir 94%, meningkat signifikan dibandingkan capaian 82% pada 2022. Penilaian dilakukan secara komprehensif mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang selaras dengan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Peningkatan tersebut didorong oleh penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, digitalisasi sistem operasional yang terintegrasi, serta berbagai inovasi untuk menjamin kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.
Zulhas menegaskan GSPI ASRI tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah, lanjutnya, akan terus menyempurnakan instrumen penilaian serta memperluas partisipasi pelabuhan di berbagai daerah guna mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan.
Baca Juga: Transformasi Digital, Petrokimia Gresik Berhasil Lebih Efisien
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengelolaan pelabuhan yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi. Menurutnya, pelabuhan menjadi infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi sekaligus distribusi pupuk untuk mendukung kedaulatan pangan nasional.
"Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional," ujar Daconi.
Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi tonggak penting bagi Petrokimia Gresik dalam memperkuat transformasi pelabuhan berbasis Green and Smart Port. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat efisiensi sistem logistik nasional, meningkatkan daya saing perusahaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui layanan kepelabuhanan yang modern dan berkelanjutan.
"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam keterangan pers, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Hal itu disampaikan saat menyerahkan penghargaan GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (15/7/2026). Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port, TUKS Petrokimia Gresik memperoleh nilai akhir 94%, meningkat signifikan dibandingkan capaian 82% pada 2022. Penilaian dilakukan secara komprehensif mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang selaras dengan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Peningkatan tersebut didorong oleh penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, digitalisasi sistem operasional yang terintegrasi, serta berbagai inovasi untuk menjamin kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.
Zulhas menegaskan GSPI ASRI tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah, lanjutnya, akan terus menyempurnakan instrumen penilaian serta memperluas partisipasi pelabuhan di berbagai daerah guna mempercepat transformasi sektor kepelabuhanan.
Baca Juga: Transformasi Digital, Petrokimia Gresik Berhasil Lebih Efisien
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengelolaan pelabuhan yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi. Menurutnya, pelabuhan menjadi infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi sekaligus distribusi pupuk untuk mendukung kedaulatan pangan nasional.
"Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional," ujar Daconi.
Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi tonggak penting bagi Petrokimia Gresik dalam memperkuat transformasi pelabuhan berbasis Green and Smart Port. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat efisiensi sistem logistik nasional, meningkatkan daya saing perusahaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui layanan kepelabuhanan yang modern dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :