Transformasi Digital, Petrokimia Gresik Berhasil Lebih Efisien
Jum'at, 15 Maret 2024 - 22:21 WIB
loading...
Petrokimia Gresik terus menjalankan transformasi digital demi meningkatkan efisiensi di seluruh lini bisnis. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Petrokimia Gresik terus menjalankan transformasi digital demi meningkatkan efisiensi di seluruh lini bisnis. Langkah tersebut juga berhasil meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan.
"Seluruh karyawan Petrokimia Gresik harus mampu mengoptimalkan digitalisasi sehingga perusahaan bisa dan bahkan tumbuh di era persaingan yang semakin ketat ini. Seiring dengan kemajuan zaman, pemanfaatan teknologi yang sudah menjadi corporate culture terus ditingkatkan implementasinya di semua aspek bisnis Petrokimia Gresik," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo dalam ajang 13th Anugerah BUMN 2024 di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Baca Juga: Percepat Transformasi Digital dengan Siapkan Akses Internet Korporat Andal
Menurut dia digitalisasi telah dijalankan Petrokimia Gresik mulai dari proses perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi hingga penjualan untuk menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, namun juga akan mendorong kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian di tanah air melalui peningkatan produktivitas hasil budidaya.
Di tahap perencanaan, digitalisasi yang telah dijalankan mampu meningkatkan akurasi perencanaan pengadaan bahan baku dengan aplikasi SIPS (Smart & Intelligent Procurement System). Pada proses rantai pasok, implementasi program ISCE (Internal Supply Chain Excellence) yang merupakan integrasi seluruh sistem digital rantai pasok perusahaan, menggunakan aplikasi WMS (Warehouse Management System), Petroport (Petrokimia Port Information System), DTMS (Digital Truk Monitoring System), 2CE (Customer Centric Excellence), MJ (Muriate of Potash Joss), dan ER-PORT (Efficent Reliability PORT) sehingga dapat menurunkan biaya Internal Supply Chain sebesar 37 persen serta waiting truck time dan risiko terjadinya kerusakan pada saat pengiriman pupuk juga menurun.
"Seluruh karyawan Petrokimia Gresik harus mampu mengoptimalkan digitalisasi sehingga perusahaan bisa dan bahkan tumbuh di era persaingan yang semakin ketat ini. Seiring dengan kemajuan zaman, pemanfaatan teknologi yang sudah menjadi corporate culture terus ditingkatkan implementasinya di semua aspek bisnis Petrokimia Gresik," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo dalam ajang 13th Anugerah BUMN 2024 di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Baca Juga: Percepat Transformasi Digital dengan Siapkan Akses Internet Korporat Andal
Menurut dia digitalisasi telah dijalankan Petrokimia Gresik mulai dari proses perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi hingga penjualan untuk menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, namun juga akan mendorong kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian di tanah air melalui peningkatan produktivitas hasil budidaya.
Di tahap perencanaan, digitalisasi yang telah dijalankan mampu meningkatkan akurasi perencanaan pengadaan bahan baku dengan aplikasi SIPS (Smart & Intelligent Procurement System). Pada proses rantai pasok, implementasi program ISCE (Internal Supply Chain Excellence) yang merupakan integrasi seluruh sistem digital rantai pasok perusahaan, menggunakan aplikasi WMS (Warehouse Management System), Petroport (Petrokimia Port Information System), DTMS (Digital Truk Monitoring System), 2CE (Customer Centric Excellence), MJ (Muriate of Potash Joss), dan ER-PORT (Efficent Reliability PORT) sehingga dapat menurunkan biaya Internal Supply Chain sebesar 37 persen serta waiting truck time dan risiko terjadinya kerusakan pada saat pengiriman pupuk juga menurun.
Lihat Juga :