Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:43 WIB
loading...
Rupiah Belum Menjauh...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (15/7/2026) usai naik 23 poin atau sekitar 0,13% menjadi Rp18.068 per dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (15/7/2026) usai naik 23 poin atau sekitar 0,13% menjadi Rp18.068 per dolar AS. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Presiden Donald Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran.

Langkah terbaru AS langsung direspons Iran dengan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur Negeri Paman Sam di kawasan tersebut. Baca Juga: Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD

“Teheran mengatakan telah kembali menutup selat tersebut setelah permusuhan antara Iran dan AS kembali berkobar pekan lalu, yang semakin memperburuk gencatan senjata yang sudah rapuh yang dicapai pada bulan Juni setelah beberapa bulan pertempuran,” tulis Ibrahim dalan risetnya.

Tentara Iran mengatakan pada Rabu pagi bahwa mereka telah melancarkan serangan drone terhadap posisi AS di pangkalan Azraq di Yordania. Tidak ada komentar langsung dari Pentagon. Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan mereka menargetkan senjata dan fasilitas penyimpanan di Bahrain dan Kuwait. Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut.



Kenaikan ketegangan dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan keraguan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu akan mengarah pada penghentian permanen perang yang telah melanda negara-negara tetangga Iran.

Selain itu, Indeks Harga Konsumen bulan Juni meleset dari perkiraan, turun dari 4,2% menjadi 3,5% YoY, dan di bawah perkiraan perlambatan sebesar 3,8%. Sebuah indikasi bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed saat ini tidak diperlukan, sementara Inflasi inti turun dari 2,9% menjadi 2,6%, juga di bawah perkiraan sebesar 2,8%.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000

Para pelaku pasar mengurangi taruhan kenaikan suku bunga The Fed. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Juli turun menjadi 16%dari 40 persen, sementara peluang kenaikan suku bunga pada bulan September turun menjadi 60 persen dari 74 persen.

Dari sentimen domestik, meningkatnya kebutuhan pembiayaan utang pemerintah seiring pelebaran defisit APBN 2026, kebutuhan penarikan utang baru secara bruto pada tahun ini diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp1.768 triliun. Penerimaan terbesar selama ini berasal dari utang, yang disebut sebagai pembiayaan utang.

Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan defisit sekaligus pembiayaan anggaran sebesar Rp689,15 triliun. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan utang neto sebesar Rp832,21 triliun dan pembiayaan nonutang sebesar Rp143,06 triliun yang antara lain digunakan untuk pembiayaan investasi dan pemberian pinjaman.

Namun, berdasarkan outlook pemerintah, defisit APBN 2026 diproyeksikan melebar menjadi Rp734,32 triliun. Sejalan dengan itu, kebutuhan pembiayaan anggaran juga meningkat dengan pembiayaan utang neto diperkirakan mencapai Rp868,12 triliun.

Berdasarkan data utang jatuh tempo dan realisasi tahun sebelumnya, pemerintah harus membayar pokok utang sekitar Rp900 triliun tahun ini. Posisi utang pemerintah pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp9.638 triliun.

Dengan tambahan pembiayaan utang neto sebesar Rp868 triliun serta dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang diperkirakan menambah nilai utang sekitar Rp100 triliun, posisi utang pemerintah pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp10.600 triliun

Bank Indonesia melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2026 tercatat sebesar USD444,4 miliar atau tumbuh 2,1% secara tahunan (yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 2,0% (yoy), tetap dalam kondisi terkendali di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

BI menjelaskan kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan utang luar negeri sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral. BI menilai perkembangan tersebut terutama didorong oleh masuknya dana investor ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Meski demikian, pada saat yang sama pemerintah juga tetap melakukan pembayaran kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rekomendasi
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved