Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho menjelaskan realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rerata realisasi nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran pertalite di Sumatera Utara, sehingga persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.
“Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” terangnya.
Fathul menilai evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat.
“Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system. Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya.
Lebih lanjut Fathul juga mengingatkan, pentingnya untuk menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM yang prima.
Sementara Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi mengatakan, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.
“Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” terangnya.
Fathul menilai evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat.
“Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system. Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya.
Lebih lanjut Fathul juga mengingatkan, pentingnya untuk menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM yang prima.
Sementara Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi mengatakan, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.
Lihat Juga :