Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:47 WIB
loading...
Dulu Dijajah Belanda,...
Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar fakta historis yang miris sekaligus membeberkan jurus pamungkas yang sedang dijalankan pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa negara. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia saat ini tengah berada dalam pusaran fiskal akibat tirisnya cadangan devisa nasional. Biang keroknya yakni ketergantungan impor pangan dan energi yang menyedot habis pasokan dolar.

Menanggapi situasi kritis ini, Mantan Menteri Keuangan RI, Fuad Bawazier membongkar fakta historis yang miris sekaligus membeberkan jurus pamungkas yang sedang dijalankan pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa negara.

Baca Juga: S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!

Menurut Fuad, fondasi ekonomi Indonesia sebetulnya bisa bangkit total hanya dalam waktu 6 bulan ke depan, bahkan target pertumbuhan ekonomi 8% bukan hal mustahil. Namun Ia memberikan catatan, asalkan pemerintah konsisten menerapkan tiga jurus prioritas dan berani memutus mata rantai pola dagang era kolonial.

Ironi dari Anggota OPEC Menjadi Importir Minyak Akut

Fuad memaparkan data kontras yang menjadi akar runtuhnya kedaulatan energi Indonesia. Sempat menjadi raksasa minyak yang disegani hingga menjadi anggota OPEC, dengan volume eksportasi mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) sementara konsumsi domestik hanya sepertiganya.



Sekarang, kondisinya berbalik 180 derajat. Produksi atau lifting minyak bumi Indonesia paling banter hanya mampu menyentuh 605.000 bph, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat melonjak drastis hingga 1,5 juta bph.

"Sekarang kebalik, kita banyak impor minyak. Pemerintah pusing karena penggunaan devisa besar hanya untuk beli BBM. Maka sekarang ada B50 (Biodiesel 50%), nah itu untuk menguranginya. Sudah mulai loh sekarang B50, sudah dipasarkan di pompa bensin," jelas Fuad.

Baca Juga: Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P

Menurutnya ini bakal menjadi jurus konkret untuk mengurangi pembelian impor BBM dan menghemat dolar. Dalam sejarahnya Indonesia resmi bergabung menjadi anggota OPEC pada tahun 1962, namun status tersebut telah berakhir.

Indonesia keluar pertama kali pada tahun 2008 karena berubah menjadi negara pengimpor minyak, sempat aktif kembali di tahun 2016, dan akhirnya membekukan keanggotaannya secara permanen pada tahun yang sama akibat penurunan produksi.

3 Rekomendasi Kebijakan Prioritas demi Lepas Pola Penjajah

Sementara itu Fuad Bawazier mengkritik keras mentalitas ekonomi lama yang dinilainya masih mempraktikkan pola kolonialisme. Sejak zaman Hindia Belanda, kekayaan alam Indonesia dikeruk, lalu bahan mentahnya diekspor mentah-mentah ke Eropa.

Di sana, Eropa mengolahnya dan menjual kembali barang jadi tersebut ke Indonesia dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal. Maka terang Fuad, ketika Indonesia mulai berani menghentikan ekspor nikel dan sawit, membuat negara-negara Eropa marah besar.

"Biasanya bodoh-bodoh, kok sekarang jadi pintar gitu. Makanya kita sekarang mulai mengolah di dalam negeri, supaya ada peningkatan nilai tambah, value-added (nilai tambah) ada di tangan kita," seru Fuad.

Untuk mempercepat kebangkitan ekonomi, Ia juga merumuskan 3 rekomendasi kebijakan ekonomi paling prioritas yang harus dijalankan tanpa perlu membuat program baru yang tumpang tindih:

Jurus 1: Perkuat Kedaulatan Energi (B50 & Energi Terbarukan)

Memaksimalkan produksi bahan bakar nabati domestik untuk menekan impor minyak mentah global secara radikal agar dolar tidak bocor ke luar negeri.

Jurus 2: Swasembada Pangan Total (Jangan Cuma Fokus Beras)

Fuad mengingatkan bahwa ruang perbaikan pangan sangat luas. "Jangan cuma fokus ke beras. Sukses di beras, kita harus langsung beresin komoditas gandum, kedelai, dan jagung yang impornya masih jutaan ton per tahun. Impor pangan ini menyedot devisa yang sangat besar."

Jurus 3: Tertibkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) & Penegakan Hukum

Pemerintah wajib memaksa devisa hasil ekspor komoditas kembali dan menetap di perbankan dalam negeri. Selama ini, pengusaha selalu mencari ribuan alasan pintar yang disebut Fuad "bohong belaka" demi memarkir uangnya di luar negeri. Langkah ini harus dikawal dengan penegakan hukum yang tanpa kompromi.

Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Bukan Lagi Mustahil

Fuad Bawazier optimistis, jika pemerintah konsisten mengeksekusi kebijakan yang sudah ditetapkan ini dan menutup celah pelarian modal, efek domino positifnya akan langsung terasa di tahun pertama.

"Kalau ini dilaksanakan secara konsisten, Indonesia akan cepat bangkit lagi dalam waktu 6 bulan. Tahun pertama pikiran kita mulai terbuka karena ekonomi membaik, tahun kedua akan meningkat lagi. Pertumbuhan ekonomi 8% itu bukan hal mustahil. Kuncinya konsistensi eksekusi dan penegakan hukum," pungkas Fuad.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Infografis
Sri Mulyani Punya Jurus...
Sri Mulyani Punya Jurus Jitu Untuk Pulihkan Ekonomi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved