Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Keempat, kesenjangan antara AI dan manusia tidak merata di tiap industri dan pasar. Peluang baru muncul di berbagai lapisan rantai nilai AI, membuka ruang bagi negara untuk membangun posisi kompetitif tidak hanya pada pengembangan model AI inti, tetapi juga pada berbagai sektor pendukung lainnya.

Kelima, AI berkembang pesat melampaui aplikasi teks dan bahasa, merambah ke bidang penglihatan, robotika, dan dunia fisik. Perluasan ini mendorong lonjakan kebutuhan akan perangkat keras, data, energi, dan kemampuan integrasi di seluruh lapisan perekonomian.

Keenam, literasi AI menjadi salah satu pengganda produktivitas terbesar yang tersedia bagi organisasi dan perekonomian. Seiring AI semakin terintegrasi ke dalam alur kerja sehari-hari, kemampuan adaptasi tenaga kerja akan semakin menentukan siapa yang mampu menuai manfaat ekonomi terbesar.

Ketujuh, persaingan semakin ketat. AI mempercepat siklus inovasi, meningkatkan transparansi pasar, dan memperkuat persaingan berbasis platform, menciptakan situasi di mana sejumlah kecil pemimpin pasar dapat meraih keunggulan yang sangat signifikan.

Kedelapan, keamanan, etika, dan kedaulatan AI muncul sebagai prioritas strategis. Seiring kemampuan AI terus berkembang, pemerintah dan organisasi perlu menjawab berbagai tantangan terkait tata kelola, regulasi, keamanan siber, kepercayaan publik, serta kendali atas infrastruktur digital yang kritis.

Secara keseluruhan, kedelapan realitas tersebut menegaskan satu hal: AI sedang mendefinisikan ulang tatanan daya saing ekonomi secara mendasar. Keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh skala atau kecepatan adopsi teknologi semata, melainkan oleh kemampuan setiap negara untuk mengidentifikasi keunggulannya dalam rantai nilai AI serta menyelaraskan strategi pembangunannya dengan keunggulan tersebut.

Memanfaatkan AI untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, peningkatan AI menghadirkan tantangan yang lebih mendasar. Secara historis, banyak negara berkembang mengandalkan tenaga kerja yang melimpah dan manufaktur berorientasi ekspor sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Rekomendasi
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved