Sandwich Generation Hadapi Beban Finansial Ganda, Perencanaan Keuangan Dinilai Kian Penting
Senin, 20 Juli 2026 - 16:40 WIB
loading...
Sandwich generation menghadapi tekanan finansial yang semakin besar seiring meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sandwich generation menghadapi tekanan finansial yang semakin besar seiring meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup. Kondisi tersebut membuat perencanaan keuangan dan perlindungan finansial sejak usia produktif dinilai semakin penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
"Menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu penghasilan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi. Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pencari nafkah itu sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga," ujar Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi dalam pernyataannya, dikutip pada Senin (20/7/2026).
Baca Juga: IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Fenomena sandwich generation dinilai semakin relevan seiring perubahan struktur demografi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 82,96% rumah tangga lansia masih bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia produktif memegang peran penting dalam menopang kebutuhan keluarga, terutama di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Di sisi lain, beban ekonomi keluarga juga terus bertambah. Data BPS dalam publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024 menunjukkan rata-rata biaya pendidikan meningkat pada setiap jenjang, bahkan mencapai sekitar Rp19,01 juta per tahun ajaran untuk pendidikan tinggi. Sementara itu, proporsi pengeluaran kesehatan terhadap total belanja rumah tangga meningkat menjadi 2,54% pada 2025, sehingga biaya kesehatan yang tidak direncanakan berpotensi membebani keuangan keluarga.
Menurut Gatot, kondisi tersebut membuat kelompok sandwich generation perlu membangun fondasi keuangan yang lebih kuat agar berbagai kebutuhan keluarga dapat tetap terpenuhi tanpa mengganggu rencana keuangan jangka panjang.
Ia mengatakan fondasi tersebut dapat dibangun melalui penyediaan dana darurat, kepemilikan perlindungan jiwa dan kesehatan sesuai kebutuhan, serta perencanaan investasi dan dana pensiun. Kombinasi instrumen tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial pada masa mendatang.
"Fenomena sandwich generation harus disikapi dengan bijak. Yang lebih penting adalah memastikan setiap tahap kehidupan dipersiapkan dengan baik. Ketika masyarakat membangun fondasi finansial sejak usia produktif, mereka tidak hanya melindungi keluarga hari ini, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap mandiri secara finansial di masa depan. Dengan demikian, setiap generasi dapat saling mendukung tanpa harus mewariskan tekanan finansial yang berlebihan kepada generasi berikutnya," ujar Gatot.
Baca Juga: IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
IFG Life terus berkomitmen meningkatkan literasi keuangan dan menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan menilai perlindungan finansial tidak hanya berfungsi mengantisipasi risiko, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaga keberlangsungan rencana hidup dan memperkuat ketahanan finansial lintas generasi.
"Menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu penghasilan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi. Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pencari nafkah itu sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga," ujar Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi dalam pernyataannya, dikutip pada Senin (20/7/2026).
Baca Juga: IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Fenomena sandwich generation dinilai semakin relevan seiring perubahan struktur demografi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 82,96% rumah tangga lansia masih bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia produktif memegang peran penting dalam menopang kebutuhan keluarga, terutama di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Di sisi lain, beban ekonomi keluarga juga terus bertambah. Data BPS dalam publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024 menunjukkan rata-rata biaya pendidikan meningkat pada setiap jenjang, bahkan mencapai sekitar Rp19,01 juta per tahun ajaran untuk pendidikan tinggi. Sementara itu, proporsi pengeluaran kesehatan terhadap total belanja rumah tangga meningkat menjadi 2,54% pada 2025, sehingga biaya kesehatan yang tidak direncanakan berpotensi membebani keuangan keluarga.
Menurut Gatot, kondisi tersebut membuat kelompok sandwich generation perlu membangun fondasi keuangan yang lebih kuat agar berbagai kebutuhan keluarga dapat tetap terpenuhi tanpa mengganggu rencana keuangan jangka panjang.
Ia mengatakan fondasi tersebut dapat dibangun melalui penyediaan dana darurat, kepemilikan perlindungan jiwa dan kesehatan sesuai kebutuhan, serta perencanaan investasi dan dana pensiun. Kombinasi instrumen tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial pada masa mendatang.
"Fenomena sandwich generation harus disikapi dengan bijak. Yang lebih penting adalah memastikan setiap tahap kehidupan dipersiapkan dengan baik. Ketika masyarakat membangun fondasi finansial sejak usia produktif, mereka tidak hanya melindungi keluarga hari ini, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap mandiri secara finansial di masa depan. Dengan demikian, setiap generasi dapat saling mendukung tanpa harus mewariskan tekanan finansial yang berlebihan kepada generasi berikutnya," ujar Gatot.
Baca Juga: IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
IFG Life terus berkomitmen meningkatkan literasi keuangan dan menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan menilai perlindungan finansial tidak hanya berfungsi mengantisipasi risiko, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaga keberlangsungan rencana hidup dan memperkuat ketahanan finansial lintas generasi.
(nng)
Lihat Juga :