Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Senin, 20 Juli 2026 - 20:33 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mengelola devisa ekspor lebih dari USD10,5 miliar dalam waktu sekitar satu setengah bulan sejak mulai beroperasi. Capaian tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menutup kebocoran devisa dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
"Saya dapat laporan dari Rosan, CEO Danantara, bahwa baru satu bulan bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih USD10,5 miliar. Dalam satu bulan dua minggu," kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Dia menjelaskan pembentukan DSI bertujuan mengoptimalkan pengelolaan devisa nasional sekaligus menekan praktik manipulasi nilai transaksi ekspor (under-invoicing) dan pengalihan keuntungan (transfer pricing) yang selama ini dinilai mengurangi penerimaan negara dari sektor ekspor.
Menurut Prabowo, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, terdapat selisih harga jual komoditas Indonesia di pasar internasional yang mencapai sekitar 30% hingga 45%. Selisih tersebut, kata dia, menjadi indikasi adanya praktik yang menyebabkan potensi kebocoran devisa negara.
Ia menilai kondisi tersebut mulai membaik sejak DSI beroperasi. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas ekspor dan tidak segan memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha, kepada pelaku yang terbukti melanggar aturan.
Prabowo juga menepis kekhawatiran bahwa langkah pengetatan pengelolaan devisa akan berdampak negatif terhadap persepsi investor global. Menurut dia, sejumlah lembaga pemeringkat internasional justru memberikan penilaian positif terhadap reformasi yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Pihaknya menyebut lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat investasi (investment grade) Indonesia dengan prospek stabil (stable outlook). Penilaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa upaya penguatan tata kelola devisa dan peningkatan penerimaan negara dinilai mendukung prospek ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam. Menurut dia, kekuatan fundamental ekonomi menjadi modal utama Indonesia untuk menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan nasional.
"Saya dapat laporan dari Rosan, CEO Danantara, bahwa baru satu bulan bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih USD10,5 miliar. Dalam satu bulan dua minggu," kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Dia menjelaskan pembentukan DSI bertujuan mengoptimalkan pengelolaan devisa nasional sekaligus menekan praktik manipulasi nilai transaksi ekspor (under-invoicing) dan pengalihan keuntungan (transfer pricing) yang selama ini dinilai mengurangi penerimaan negara dari sektor ekspor.
Menurut Prabowo, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, terdapat selisih harga jual komoditas Indonesia di pasar internasional yang mencapai sekitar 30% hingga 45%. Selisih tersebut, kata dia, menjadi indikasi adanya praktik yang menyebabkan potensi kebocoran devisa negara.
Ia menilai kondisi tersebut mulai membaik sejak DSI beroperasi. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas ekspor dan tidak segan memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha, kepada pelaku yang terbukti melanggar aturan.
Prabowo juga menepis kekhawatiran bahwa langkah pengetatan pengelolaan devisa akan berdampak negatif terhadap persepsi investor global. Menurut dia, sejumlah lembaga pemeringkat internasional justru memberikan penilaian positif terhadap reformasi yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Pihaknya menyebut lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat investasi (investment grade) Indonesia dengan prospek stabil (stable outlook). Penilaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa upaya penguatan tata kelola devisa dan peningkatan penerimaan negara dinilai mendukung prospek ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sumber daya alam. Menurut dia, kekuatan fundamental ekonomi menjadi modal utama Indonesia untuk menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan nasional.
(nng)
Lihat Juga :